Kisah Sukses Pengusaha Sepatu Terkenal “Yongki Komaladi”

Jika kalian para pengguna Fashion pasti sudah sangat populer dengan nama Yongki Komaladi. Karena hampir semua tempat di beberapa pusat perbelanjaan tersebar luas merk tersebut.

Yongki Komaladi adalah sebuah brand yang memproduksi sepatu, sendal, tas dengan segmen untuk anak-anak hingga orang dewasa, baik pria maupun wanita.

Sosok dibalik merk Yongki Komaladi sendiri dikenal sangat sebagai sosok yang rendah hati. Pria kelahiran 18 agustus ini memiliki nama asli Kwok Joen Sian.

Kehidupan Kwok Joe Sian

Kwok Joe Sian merupakan anak ke 14 dari 15 bersaudara dimana ia memiliki enam kakak perempuan dan tujuh kakak laki-laki serta memiliki seorang adik perempuan.

Kwok merupakan anak dari pasangan A Ho dan Kwok Pit Tjong. Nama Yongki mempunyai arti sejak ia kecil. Pada saat itu ia sering menggunakan gelang emas milik kakaknya yang bertuliskan Yongki, sejak itulah ia akrab dikenal dengan nama Yongki. Sedangkan nama Komaladi hanya sebagai pembeda dari pemilik nama Yongki yang lain.

Ayah Yongki merupakan seorang yang mempunyai disiplin tinggi dan pekerja keras sedangkan ibu nya adalah sosok wanita yang selalu support ayahnya, wanita yang sabar dan juga sangat lemah lembut.

Orang tua Yongki Komaladi mempunyai usaha bahan bangunan dan cukup berada ketika itu. Yongki Komaladi mulai bersekolah di SD Petojo kemudian di SMP Pax Kemakmuran dan kemudian di SMU Katolik Ricci.

Selepas SMU di tahun 1976-1977 ia kemudian melanjutkan sekolahnya ke Singapura dengan masuk di Swiss Cittage Secondary Scholl dan kemudian ke Stamfrd College School Singapore. Di sana ia mengambil jurusan bisnis manajemen.

Namun sebelum setahun disana ia mendapatkan kabar duka tentang Ibunda yang paling disayang meninggal dunia. Sehingga sekolahnya di Singapura ia tidak lanjutkan dan kemudian kembali ke Jakarta.

Awal Karir Yongki Komaladi

Di Jakarta, Yongki Komaladi kemudian bekerja di butik pakaian import milik orang tua angkatnya yang berada di kawasan Duta Merlin, Jakarta. Disana ia bekerja sebagai penjaga butik. Pembeli yang datang ke butiknya banyak dari kalangan pejabat, artis hingga tokoh terkenal.

Kemudian ia mendapatkan tawaran untuk menjadi model kacamata yang datang dari salah seorang pelanggan butik tempat Yongki Komaladi bekerja. Karena postur Yongki Komaladi yang tegap dan atletis serta wajahnya yang cukup rupawan sehingga ia akhirnya masuk ke dunia modeling.

Yongki akhirnya menjadi model kacamata optik Oculus dan berpasangan dengan Ray Sahetapi ketika itu. Tak lama ia kemudian menjadi model busana desainer ternama bersama Pierre Bruno, ketika itu Yongki Komaladi masih berumur 25 tahun.

Setelah pengalaman pertamanya menjadi model, tawaran selanjutnya kemudian mulai berdatangan. Karirnya pun di dunia modeling menanjak. Yongki Komaladi bahkan keliling dari Asia ke Eropa bersama para desainer.

Yongki mulai mencapai puncak menjadi model terknal sampai ia juga terjun ke dunia perfilm an dan disandingkan dengan selbritas senior Meriam Belina dan Titi DJ. Namun Yongki mengambil langkah untuk meninggalkan dunia model setelah hampir sepuluh tahun berkarir. Kala itu karir nya sedang berada di puncak popularitas.

Berbekal pengalaman di dunia model, ia kemudian bekerja di Ramayana Departemen Store dan juga di Borobudur sebagai Chief Merchandiser meskipun begitu ia masih tetap mengikuti beberapa fashion show.

Awal Sukses Yongki Komaladi Menjadi Desainer Merk Sendiri

Yongki berperan besar di bagian Desain Produk ditempat ia bekerja (Departemen Store Ramayana). Waktu itu ia mendesain model pakaian dan menjadi populer.

Hingga mendapat sebuah kesempatan dari atasan. Ia menawarkan Yongki Komaladi untuk mendesain sepatu sekaligus dapat membuatnya juga.

Inilah awal Yongki Komaladi mengenal dunia sepatu hingga kemudian ia sukses memperkenalkan merk atas namanya sendiri yaitu Yongki Komaladi.

Uniknya Yongki selalu meriset pasadr terlebih dahulu sebelum mendesain sepatunya sehingga ia bisa mengetahui perkembangan dan selera masyarakat terhadap desain sepatu.

Berbekal hubungan yang baik dengan para desainer busana, produk sepatu Yongki Komaladi kemudian dipakai sebagai pelengkap dalam peragaan busana menjadikan produknya semakin terkenal dan mudah diterima oleh masyarakat.

Selain menjadi desainer sepatu melalui merk Yongki Komaladi, ia juga membina puluhan usaha kecil dan menengah yang tersebar di Indonesia. Kini produk Yongki Komaladi tidak hanya sepatu saja melainkan juga merambah ke model sendal serta tas dengan mengusung merk Yongki Komaladi.

Quotes Bob Sadino Yang Menginspirasi Dunia Agar Sukses Berbisnis

Masih ingatkah anda dengan sosok Bob Sadino yang masih hangat ? Mungkin kita tidak akan mendengar beberapa motivasi dan inspirasi dari seorang sosok Bob Sadino. Beliau wafat pada 19 Januari 2015, namun karyanya sampai saat ini banyak menginspirasi hingga mendunia untuk para pengusaha.

Bob Sadino merupakan seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Sangat berbeda pada pengusaha sukses, Bob Sadino mempunyai pola pikir serta prinsip yang rasanya tidak masuk akan jika melakukannya akan sukses.

Bob Sadino memberikan inspirasi kepada para pengusaha dengan beberapa prinsip gila dan mungkin terlihat sangat konyol namun siapa sangkat melalui penerapan tersebut, sosok Bob Sadino menjadi sosok yang mendunia. Ia bahkan sukses bangkit dari keterpurukannya hingga melesat jauh dengan bisnisnya tersebut.

Berikut ada beberapa pemikiran gila Bob Sadino yang dirangkum dan ini dapat memotivasi anda yang ingin sukses di masa depan :

  1. Jangan Banyak Renana, Karena Rancana adalah Bencana
  2. Jangan Kebanyaan Analisis
  3. Sukses Tidak Perlu Memiliki Tujuan
  4. Carilah Kegagalan dan Kerugian
  5. Orang Bodoh Jadi Bos

Quotes Bob Sadino Yang Menginspirasi Dunia Agar Sukses Berbisnis

  • Rencana itu cuma berlaku buat mereka yang belajar manajemen. Dari A, B, C, D, sampai Z. Padahal, dalam bisnis tidak ada yang seperti itu, bisnis tidak mungkin lurus dan runut saja. Tapi, sayangnya di sekolah kita sudah terlalu sering diajarkan bikin rencana. Padahal, rencana itu racun, bencana!”
    Pemikiran ini tentu sangat bertolak belakang dengan kebanyakan pebisnis yang biasanya suka melakukan perencanaan secara matang. Menurut Bob Sadino, membuat perencanaan yang matang adalah sesuatu yang bisa menjadi bencana.
  • Analisis membuat seseorang berpikir tentang hal buruk yang bisa terjadi pada sebuah bisnis. Hal ini kemudian akan membuat orang tersebut menjadi sulit melangkah. Menurut Bob Sadino, lebih baik segera bertindak dan memulai usaha Anda, dan cetak keuntungan setiap bulannya.
  • “Dengan adanya tujuan maka seseorang hanya tertuju pada satu titik yang namanya tujuan. Dia tidak akan berusaha untuk mendapatkan hasil yang melebihi titik tersebut. Padahal, potensi setiap orang sangat mungkin melewati titik tersebut. Jadi, sayang dong kemampuan saya bila harus dipaku oleh tujuan,” tuturnya.
  • Saran-saran Bob dalam dunia bisnis memang terdengar sedikit sinting. Bagaimana tidak, saat sekolah bisnis mengajarkan mahasiswanya bagaimana menghindari kegagalan, Bob justru menyarankan untuk mendekatinya. Ketika hukum ekonomi menyediakan opsi untuk terus meraih keuntungan, Bob malah menyuruh kita untuk merugi.
    Seperti biasa, Bob dalam bukunya “Belajar Goblok dari Bob Sadino” selalu memiliki jawaban sendiri atas sarannya ini, “Orang sudah terlalu terbiasa berpikir secara linier. Kalau mau usaha, pasti mencari untung; mencari berhasil. Padahal, dalam usaha itu ya pasti ada rugi dan gagal, toh? Bagi kamu yang mau berhasil, justru cari kegagalan sebanyak-banyaknya. Sebab keberhasilan itu hanyalah sebuah titik di puncak gunung kegagalan,” tuturnya.
  • Ini adalah pemikiran gila Bob Sadino yang mungkin tidak masuk akal bagi kebanyakan orang. Anda mungkin sudah tahu salah satu kutipan kata-kata Bob Sadino yang nyentrik ini, “Setinggi apapun pangkat yang dimiliki, Anda tetap seorang pegawai. Sekecil apapun usaha yang Anda punya, Anda adalah bossnya.
    Pemikiran inilah yang mengawali keputusan Bob Sadino untuk kembali ke tanah air setelah sekian lama menjadi karyawan di Amsterdam dan Hamburg. Orang yang dianggap bodoh memang harus membuat usaha sendiri karena ia selalu ditolak oleh berbagai macam pekerjaan.

Kisah Sukses Pecandu Narkoba Menjadi Miliarder Dengan Bisnis Bantal

Setiap orang yang ingin sukses tentunya akan berorientasi pada tujuan. Namun tidak semua akan berhasil dalam melewati prosesnya. Ada begitu banyak kisah sukses wirausaha yang menginspirasi kita, namun ada juga beberapa kisah sukses dari orang yang pernah terpuruk.

Kisah ini merupakan kisah seorang Pecandu Narkoba yang sukses dan menjadi Miliarder. Pria tersebut bernama Mike Lindell. Perjalanan hidup Mike Lindell cukup menarik perhatian.

Pengusaha bantal sukses tersebut melalui jalan hidup yang panjang, lika liku yang ia alami cukup membuat beberapa orang kagum akan aksinya. Mike Lindell sempat jatuh bangun ketika sempat Kecanduan Narkoba, namun hal tersebut ia buktikan dengan perubahan.

Perjalanan Karir Mike Lindell

  

Setiap mengawali pekerjaan tidak ada seorangpun yang ingin dipecat dalam profesi tersebut. Mendapatkan suatu pekerjaan baru merupakan awal yang baru dalam kehidupan. Dan ketika harapan tersebut diputuskan begitu saja rasanya kecewa, sedih dan marah akan timbul dalam benah pikiran.

Inilah yang di alami oleh Mike Lindell. Saat itu atasannya berkata, “Baiklahlah Mike, jika Kamu tidak suka kerja di sini, mungkin Kamu akan punya perusahaan sendiri suatu hari nanti”. Di anggap tidak bisa bekerja dan dipecat dari pekerjaannya malah membuat Mike untuk membuka usaha sendiri.

Setelah dipecat, Mike sempat menjalankan beberapa profesi untuk mendapatkan uang agar tetap bisa bertahan hidup. Mulai dari bisnis membersihkan karpet, penghitung kartu profesional di kasino, memelihara ternak babi, hingga menjadi seorang bartender di bar.

Semua profesi tersebut ternyata gagal di tengah jalan dan sempat membuatnya frustasi. Keadaan tersebut diperparah dengan kondisinya yang saat itu sedang kecanduan narkoba.

Berawal Dari Insomnia (Kesulitan Tidur) Menjadi Bisnis Bantal

Mike Lindell mengalami kesulitan tidur sepanjang hidupnya dan tidak pernah suka dengan bantal yang digunakannya. Saat berusia 16 tahun, ia pernah bekerja di salah satu pusat perbelanjaan. Gaji pertamanya digunakan untuk membeli bantal seharga $70 pada tahun 1977.

Untuk seorang anak remaja berusia 16 tahun merupakan hal yang tidak wajar membeli bantal dengan harga $70. Masalah sulit tidur yang di alami Mike Lindell ini hingga terbawa mimpi. Lebih tepatnya mimpi tentang MyPillow.

“Saya bangun di tengah malam – kira-kira pukul dua dini hari – dan saya menulis ‘MyPillow’ di mana-mana di dapur dan di seluruh rumah.” Kata Mike. Dan menurutnya ini merupakan suatu petunjuk dari Tuhan.

Setelah itu, ia dan anaknya, Darren menghabiskan waktu berjam-jam untuk memotong busa dan mengujinya sampai akhirnya menemukan sebuah bantal yang bentuknya bisa bertahan. Lalu Mike belajar menjahit untuk membuat sarung bantalnya.

Sempat Gagal Karena Kecanduan Kokain

Kesibukan Mike mengerjakan proyek bantal impiannya (MyPillow) sempat membuatnya teralih dari masalah narkoba. Namun, ia kembali kecanduan kokain dan membuatnya kembali mengalami masalah, bahkan lebih buruk dari sebelumnya. Saat itu, Mike Lindell bercerai dengan istrinya, kehilangan rumah, dan hampir kehilangan bisnis bantalnya.

Mike Lindell bercerita, pada Maret 2008 ia pernah tidak tidur dengan baik selama dua minggu dan menggunakan narkoba. Mike terlihat sangat kurus dan berantakan. Ia berada pada situasi yang sangat buruk dan seperti tidak punya harapan lagi. Mike mengalami masa-masa terburuk dalam hidupnya selama 10 bulan. Hingga pada tahun 2009, ia berdoa pada malam hari, “Tuhan, saya ingin bangun di pagi hari dan tidak ingin untuk madat lagi.”

Mike percaya bahwa Tuhan punya rencana lebih besar untuk dirinya karena tak lama setelah doa malam tersebut, bisnisnya mulai berjalan dengan baik. “Saya terbangun keesokan harinya – dan menyadari bahwa tahun ini saya sudah kecanduan parah” Katanya. Mike Lindell mengatakan momen itu adalah awal dari ketenangannya. Keinginannya untuk segala bentuk kokain baru saja hilang.

Bangkit Dari Kegagalan & Menjadi Miliarder

 

Saat itu Mike Lindell membuat bantal dan mencoba memasarkannya di sebuah mall. Namun, bantal yang dijualnya hanya laku kurang dari 100 bantal. Seseorang menawarkan ia untuk menjual bantalnya melalui sebuah program TV. Inilah titik balik dalam hidup Mike, penjualan bantalnya sangat laris bahkan Mike sampai kehabisan stok.

Mike aktif memasarkan bisnis bantalnya melalui program belanja di sebuah Televisi. Dalam satu tahun, bisnisnya mengalami pertumbuhan yang cukup pesat dan mampu merekrut 500 orang tenaga kerja. Hingga saat ini Mike telah menjual bantalnya lebih dari 30 juta bantak dengan omset mencapai USD300 juta.

Legenda Dunia Bela Diri Dalam Kecepatan dan Kekuatan Pukul Bruce Lee

Jika mendengar nama Bruce Lee pasti sudah sangat paham mengenai sosok ilmu bela dirinya yang sampai sekarang melegenda. Bruce Lee semasa hidup sangat terkenal dan merupakan aktor yang dibanjiri berbagai judul Film hingga kematiannya pun sejumlah film tentangnya masih dihadirkan.

Sosok Bruce Lee memang mempunyai cerita misteri tentang kematiannya yang menimbulkan banyak spekulasi. Bruce Lee lahir di Chinatown, San Francisco, pada 27 November 1940. Memiliki nama asli Lee Jun-Fan, Bruce Lee lahir dari ayah asli bangsa Han, Lee Hoi-Chuen, dan ibu seorang indo, Grace Ho.

Saat berusia 6 tahun Bruce kecil sudah berakting untuk pertama kalinya dalam film berjudul “A Beginning Of A Boy”. Hal ini tidak mengherankan karena ayahnya Lee Hoi Chun adalah seorang aktor film.

Kehidupan Masa Kecil

Masa kecil Bruce bersamaan dengan periode pendudukan Jepang di Hong Kong pada masa Perang Dunia ke-II (1941-1945). Pada saat itu keluarga Lee tinggal di Jalan Nathan, Kowloon, berdekatan dengan kamp militer tentara Jepang. Setelah perang berakhir, Hong Kong kembali pada Inggris. Saat bersekolah, ia dan teman-temannya sering berkelahi dengan anak-anak Inggris. Hal itu dikarenakan kebenciannya terhadap orang Inggris yang memandang rendah orang Tionghoa. Seringnya berkelahi, membuat Bruce tertarik mempelajari beladiri.

Pada usia 13 tahun, Bruce Lee menjadi murid Yip Man, guru aliran kungfu Wing Chun. Selama 5 tahun Bruce belajar kungfu dengan giat. Kondisi fisik yang awalnya kurang sehat semakin lama membaik dikarenakan ia selalu melatih tubuhnya. Ketika pertama kali mempelajari kungfu, ia memakai keterampilannya untuk menghajar lawan-lawannya, namun pada akhirnya ia menyadari bahwa untuk membela kehormatan diri tidak selalu dilakukan dengan bertarung secara fisik.

Menuntut Ilmu

Bruce pun kemudian memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Seattle dan mengambil jurusan filsafat. Di universitas tersebut ia bersua dengan sesama teman dari Asia bernama Taki Kimura Kimura pernah mengalami serangkaian serangan rasialis. Didasari belas kasihan, Bruce memotivasi Kimura untuk meningkatkan harga dirinya dengan cara melatih dia seni beladiri.

Kehidupan Asmara

Tahun 1961 ia berjumpa dengan seorang gadis bernama Linda Emery. Mereka jatuh cinta, menikah, lalu lahirlah Brandon disusul Shannon dua tahun kemudian.

Karir Bruce Lee

Tahun 1964, dalam suatu turnamen karate, Bruce mendemonstrasikan jurus pukulan satu inchi yang legendaris. Seorang producer acara televisi sangat terkesan dengan penampilan Bruce yang penuh intensitas dan konsentrasi. Lalu ia melakukan pendekatan pada pihak Bruce Lee. Setelah melalui screening test, akhirnya Bruce mendapat peran sebagai kato dalam film Green Hornet.

Setelah proyek “Green Hornet” usai Bruce membuka sekolah kung fu lagi yang baru bernama “Lee Jun Fan, Gung Fu Institute”. Di tempat inilah Bruce Lee belajar menggunakan senjata nunchaku. Para pesohor pun belajar kung fu di tempat ini seperti Kareem Abdul-Jabbar, James Coburn, dan Steve McQueen. Popularitas Bruce pun meningkat dan ini menaikkan nilai seorang Bruce Lee, untuk satu sesi latihan selama satu jam harga yang ditetapkan 300US$.

Tahun 1967, Bruce membintangi “A Man Called Ironside”, sebagai seorang master martial art, Bruce sering melakukan adegan berbahaya sendiri tanpa stunt-man. Karir filmnya terus berlanjut, sampai akhirnya ia bisa memenuhi apa yang dicita-citakan yaitu dibayar lebih mahal daripada Steve McQueen perfilm.

Pada 20 Juli 1973, Bruce berencana akan bertemu dengan Raymond Chow dan Betty Ting Pei, yang akan menjadi salah satu bintang dalam film “Game of Death”. Di rumah Betty, Bruce mengeluh sakit kepala kemudian dia meminum Aguagesic, obat sakit kepala yg biasa dikonsumsi Betty. Lalu Bruce merebahkan diri, saat tertidur ternyata serangan brain swelling datang kembali. Akhirnya Bruce meninggal di ruang gawat darurat RS Queen Elizabeth.

Misteri Kematian Bruce Lee

Pada tanggal 20 Juli 1973, Bruce mengalami sakit kepala. Ia dianjurkan untuk meminum obat penghilang rasa sakit bernama Equagesic. Setelah meminum satu pil, ia tertidur dan koma. Ia tidak bisa bangun kembali dan dinyatakan meninggal dunia. Hasil penelitian forensik menyatakan sebab kematian Bruce 9 hari kemudian. Diketahui bahwa Bruce hipersensitif terhadap obat tersebut yang mengakibatkan pembengkakan di dalam otak yang berujung pada koma dan kematiannya.

Hingga puluhan tahun berlalu Misteri Kematian Bruce Lee kerap meninmbulkan beberapa spekulasi dari berbagai pihak :

  • Dia dibunuh oleh gangster karena menolak membayar uang keamanan, suatu praktek yang lazim dalan dunia perfilman Hong Kong saat itu.
  • Dia dibunuh pendekar shaolin yang marah karena Bruce telah menyebarkan kung fu kepada semua orang di penjuru dunia
  • Bruce dikutuk karena telah membeli rumah berhantu
  • Bruce meninggal saat berselingkuh dengan Betty Ting Pei
  • Kebanyakan orang Cina yakin Bruce tewas karena terlalu keras berlatih kung fu

Fakta Singkat Sosok Bruce Lee Sang Ahli Kungfu Wing Chun

Fakta Singkat Sosok Bruce Lee Sang Ahli Kungfu Wing Chun

Legenda Bruce Lee telah diabadikan di Hongkong, tepatnya di Tsim Tsa Tsui di Vitcoria Peak yang diabadikan dalam Statue Of Bruce Lee. Untuk mengenak sosok Legenda Bruce Lee, berikut fakta singkat mengenai Bruce Lee :

  • Bruce Lee memiliki cacat bawaan: kaki yang panjang sebelah dan testis yang besar sebelah.
  • Bruce Lee sebenarnya pake kacamata yg cukup tebal, dan dia menggunakan soft lens. Ternyata di Amerika soft lens udah ada dari jaman dahulu.
  • Bruce Lee bukan 100% Chinese, ibunya Grace Lee adalah blasteran chinese & german, jadi bisa dikatakan Bruce Lee memiliki 1/4 darah Jerman.
  • Bruce Lee pertama kali tampil dalam film pada umur 3 bulan. Ia dibawa ayahnya, seorang yg cukup terkenal dalam Chinese Opera untuk tampil pada film pertamanya.
  • Dalam suatu lelang, sebuah surat tulisan tangan Bruce Lee untuk memotivasi dirinya sendiri dgn judul “My Definite Chief Aim” terjual seharga US$29,500.
  • Kecepatan pukulan Bruce Lee adalah 1/500 detik dari jarak sekitar 1 meter ke targetnya.
  • Bruce Lee seorang yang sangat kuat untuk ukurannya, dia dapat melakukan pull up 50 kali dgn satu tangan. Bolo Yeung (aka Chong Li) yang segitu gede tidak pernah menang panco lawan Bruce Lee.
  • Bruce Lee dapat melakukan push up dgn satu tangan hanya dgn 2 jari (telunjuk dan jempol) dan terkadang dengan dua tangan, namun hanya menggunakan jempol saja.
  • Bruce Lee mempopulerkan teknik ‘one inch punch’ yaitu tinju dari jarak 1 inci, dan pada satu turnamen karate, dia mempraktekannya pada seorang juara judo asal Jepang yang memiliki berat sekitar 100 kg. Di sini terlihat pejudo itu ditinju dari jarak 1 inci sampai terangkat kedua kakinya dari lantai.
  • Pada umur 13 tahun Bruce Lee berguru pada Yip Man untuk belajar Wing Chun karena pada waktu itu ia ikut geng dan sering berantem dgn geng lain. Ia berpikir kalau teman2 gengnya sedang tidak bersamanya, bagaimana jika ia diserang rame2.
  • Ada tiga murid Bruce Lee yg pernah memenangkan World Karate Champion: Chuck Norris, Joe Lewis dan Mike Stone.
  • Di Amerika Bruce Lee mengajarkan kung fu kepada semua ras dengan tidak pilih-pilih, dan karena itu dia ditantang oleh perguruan kung fu lain dgn tuduhan membocorkan rahasia Chinese Martial Art kepada ras lain. Bruce Lee menerima tantangan itu dan menghajar wakil dari perguruan tersebut dalam waktu 3 menit. Bruce Lee kecewa, menurut dia perkelahian haruslah berlangsung dalam beberapa detik. Dari sini dia mulai berlatih lebih keras lagi, dan menemukan konsep “Jeet Kune Do”.
  • Film Dragon The Bruce Lee Story yg diperankan Jason Scott Lee adalah film yang sangat tidak akurat dalam menggambarkan cerita nyata Bruce Lee. Di film itu Bruce Lee ditendang punggungnya, menjadi lumpuh dan harus duduk di kursi roda. Dalam kejadian nyata, cedera Bruce Lee disebabkan karena ia berlatih dengan beban yg terlalu berat dan menyebabkan cedera tulang belakang, dan sebenarnya dia tidak pernah duduk di kursi roda.
  • Dalam istirahat dari cedera tulang belakangnya Bruce Lee selama 6 bulan, terciptalah buku “Tao of Jeet Kune Do” yg menjadi best seller.
  • Beberapa waktu sebelum kematian Bruce Lee, pa qua (sejenis jimat yg dipercaya dapat menangkal evil spirits) pada rumah Bruce Lee jatuh tertiup angin.