Kisah Sukses CEO Apple, Tembus Dengan USD 1 Triliun

Perusahaan asal Cupertino, California, Amerika Serikat ini menjadi topik nomor satu dimana merupakan perusahaan pertama yang berhasil tembus valuasi di angkat USD 1 triliun atau sekitar Rp. 14.504 triliun.

Tim Cook sebagai CEO di perusahaan asal Cupertino, California, Amerika Serikat itu angkat bicara mengenai kesuksesan perusahaan Apple yang mencapai kapitalisasi pasar di angka USD 1 triliun.

Tim Cook mengatakan milestone itu bukan tolak ukur paling utama dari keberhasilan korporasi yang dipimpinnya. Ia berpendapat, valuasi USD 1 triliun adalah buah dari fokus terhadap produk, pelanggan, dan nilai perusahaan. Hal tersebut disampaikannya dalam sebuah memo yang ditujukan kepada lebih dari 120.000 pegawai Apple.

Ia juga mengatakan bahwa hal tersebut tidak seharusnya menjadi fokus Apple. Meski begitu, Cook menyebut market cap di angka USD 1 triliun adalah pencapaian luar biasa dan memberikan kebanggaan tersendiri bagi produsen iPhone itu.

Cook juga mengingat peran Steve Jobs selaku pendiri Apple. Menurutnya, nilai saham perusahaan yang menembus USD 207,04, dan merengkuh milestone tersebut, tak lepas dari jerih payah salah satu pendiri Apple itu.

“Keuntungan yang diraih dari investasi sebenarnya adalah hasil dari inovasi Apple, menempatkan produk dan pelanggan di tempat teratas, dan selalu memegang teguh nilai-nilai kami,” ujarnya.

“Steve mendirikan Apple berdasarkan kepercayaan mengenai kemampuan dari kreativitas manusia yang bisa menyelesaikan tantangan, termasuk yang terbesar sekalipun, dan orang-orang yang cukup gila untuk berpikir dirinya bisa mengubah dunia adalah mereka yang benar-benar melakukannya,” tutur Cook.

“Tak ubahnya seperti Steve yang selalu lakukan di masa-masa seperti ini, kita semua harus melihat ke masa depan Apple dan bekerja bersama-sama untuk itu,” pungkasnya.

Bos Apple Mencapai Valusia USD 1 Triliun di Amerika Serikat

Perusahaan besar di Amerika Serikat, Apple baru saja menjadi perusahaan publik asal Amerika Serikat pertama yang menembus valuasi di angka USD 1 triliun, atau sekitar Rp 14.504 triliun.

Produsen iPhone itu sukses mencapai milestone tersebut setelah nilai sahamnya menyentuh USD 207,04 (Rp 3.003.042) per lembarnya.

Sangat menakjubkan ketika melihat beberapa jam lalu, nilai sahamnya sempat berada di level USD 208,38 (Rp 3.022.926), menjadikannya rekor tertinggi Apple sampai saat ini. Dengan torehannya itu, saham Apple sudah meroket 20% sepanjang 2018.

Dan catatan Laporan Keuangan Apple juga pada titik Kuartal III Tahun Fiskal 2018, perusahaan ini berhasil memicu meningkatnya harga saham hingga menyentuh angja USD 207,04. Selain itu, Perusahaan asal Cupertino, California, Amerika Serikat menjanjikan proyeksi kedepannya dan menjadi salah satu alasan berbagai Investor mempercayainya.

Diambil dari Wall Street, diperkirakan Apple bisa lebih melambung tinggi. Tim analis perusahaan mereka sekiranya 13 orang memprediksi nilai saham perusahaan pimpinan Tim Cook itu bisa melewati angka USD 225 per lembarnya.

Bahkan, beberapa analis lain menyebut nilai saham Apple bisa menyentuh USD 275. Jika hal tersebut menjadi kenyataan, maka valuasi Apple dapat meroket hingga USD 1,3 triliun, hal ini sangat luar biasa.

Sampai saat ini, nilai sahamnya sendiri terpantau masih berada di angka USD 207,39. Diperkirakan, pada saat pasar bursa ditutup, nilainya akan sedikit turun menjadi USD 207,09, namun tetap membuat valuasi mereka berada di angka USD 1 triliun.

Perusahaan milik Steve Jobs dan Steve Wozniak ini merupakan perusahaan kedua yang menembus market cap USD 1 Triliun dimana sebelumnya perusaahan PetroChina yang sukses memperoleh predikat perusahaan publik pertama di Dunia yang meraih milestone tersebut yang dicapai pada tahun 2007.

Bocah Jenius Berusia 11 Tahun Yang Menciptakan Aplikasi di Apple Store

Bisa dibayangkan tidak aplikasi yang sekarang kita gunakan (jika menggunakan smartphone apple/iphone) itu adalah karya bocah cilik berusia 11 tahun ? Publik dikejutkan dengan sosok anak kecil yang menginspirasi dunia dengan aplikasi ciptaannya.

 

Bocah cilik tersebut bernama Yuma Soerianto. Anak berusia 11 tahun yang menjadi sorotan media setelah mengambil hati CEO Apple, Tim Cook. Dia berhasil menciptakan lima aplikasi yang dipajang di App Store.

Bocah tersebut diketahui telah melakukan pertemuan dengan CEO Apple, Cook di San Jose. Dan kabar tersebut diketahui oleh beberapa media dan sudah beredar luas hasil liputannya. Pimpinan Gadget Apple itu sangat kagum dengan inspirasi dari anak tersebut. Bocah ciliki yang merupakan murid Middle Park Primary School, Melbourne, Australia.

Taukah anda jika anak kecil mempunyai nama sederhana ini orang Indonesia dan memiliki nama yang sangatlah mudah ? Hal itu dibenarkan oleh ayahnya sendiri, Hendri Soerianto. Dan yang lebih membanggakan Yuma memiliki sebuah mimpi yang mulia.

Ketika dihadapkan dengan wawancara khusus program Radio National ABC, Yuma mengaku ingin membuat aplikasi yang bisa mengubah dunia. Dia juga ingin membagi ilmunya tentang coding kepada siapa saja yang ingin belajar.

Yuma berkata jika siapa saja yang mempunyai niat yang sabar bisa saja melakukan coding  dan senang dihadapkan dengan proses tersebut. Sang ayah pun juga membenarkannya bahwa putra semata wayangnya ini ingin menyebarkan ilmunya kepada orang lain.

Hendri Soerianto, selaku ayah sekaligus pria yang bekerja di bidang IT ini juga mengatakan, Akan bagus sekali kalau dia bisa memberikan inspirasi kepada orang Indonesia lainnya untuk belajar coding.

Sekedar informasi, putra tunggal nya itu sudah mampu membuat aplikasi yang terdapat di App Store yaitu Let’s Stack, Hunger Button, Kid Calculator, Weather Duck, dan Pocket Poke.

Dia mulai belajar coding sejak usia enam tahun. Alasannya, pekerjaan rumah di sekolahnya kurang menantang. Aplikasi pertamanya telah dirilis tahun lalu. Yuma pun belajar coding dari YouTube karena tidak ada sekolah di Australia yang mengajarkan bagaimana melakukan coding untuk membuat aplikasi