3 Hal Penting Orang Sukses & Untuk Orang Yang Tak Mengeluh

Buat sebagian orang tentu kesuksesan adalah tujuan utama dari hidup. Namun betapa susahnya proses perjalanannya. Kalanya tidak semua yang dapat melewati hal tersebut. Atau tidak semua bisa bertahan hingga akhir. Dan sebuah penantian besar jika berhasil bahwa sebuah proses tidak akan menghianati hasil.

Jadi apa yang akan anda lakukan agar menjadi orang yang sukses ?

  1. Jangan Pernah Takut Untuk Jatuh
  2. Ketika Anda Terjatuh, Jangan Cepat Putus Asa
  3. Jadikan Pelajaran Berharga Ketika Dirimu Jatuh

Jangan Pernah Takut Untuk Jatuh

Jika kamu sudah melakukan yang terbaik dan masih gagal, mungkin sekarang memang belum waktunya. Tapi ingat, kerja kerasmu tidak akan pernah mengkhianati hasilnya. Mungkin suatu saat nanti, kegagalanmu itu yang akan menghantarkanmu kepada keberhasilan. Semua yang terjadi dalam kehidupan tidak ada yang namanya kesia-siaan Percayalah.

Manusia adalah manusia yang memiliki segudang keterampilan dan kemampuan. Tapi selama kamu tidak berani mencobanya kamu tidak tahu dimana sampai dimana batas kemampuanmu. Kamu juga tidak tahu bahwa sebenarnya kemampuanmu di luar imajinasimu, jadi, jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru!

Ketika Anda Terjatuh Jangan Cepat Putus Asa

Seperti contoh para pemain bola yang terjatuh ketika pertandingan berlangsung tapi bukan menjadi alasan untuk menyerah ditengah pertandingan berlangsung. Para bintang superstar sepakbola membuktikan bangkit dari putus asa dengan semua strategi nya di lahan rumput tersebut.

Di dunia ini tidak ada rumus yang menjamin seseorang selalu berdiri di puncak kesuksesan. Selalu ada namanya naik dan turun karena hidup adalah seperti roda yang berputar. Jika saat kamu berjalan tiba-tiba kamu terjatuh ke sebuah lubang di jalan. Apakah kamu akan diam saja meratapi nasib? Ataukah kamu akan bangkit berdiri dan tetap melanjutkan perjalananmu?

Jadikan Pelajaran Berharga Ketika Dirimu Jatuh

Kunci Kesuksesan seseorang adalah ketika kamu bangkit dan tidak membiarkan dirimu terjatuh dalam penyesalan yang mendalam melainkan terjatuh itu adalah sebuah pelajaran.

Sekalipun motivator terkenal seperti Jack Ma yang telah berkali-kali gagal dalam hidupnya berkata “sukses hanya untuk orang yang tak mengeluh”.

Ketika ada tidak mendapatkan apa yang anda inginkan, anda akan mendapatkan pengalaman. Pengalaman itu mahal dan berharga.

Berawal Karir OB, Sukses Dengan Omset Ratusan Juta

Perubahan nasib seseorang tidak ada yang satupun yang mengetahui. Itulah misteri kehidupan yang membuat manusia berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk dirinya. Takdir ditangan Tuhan, tapi hidup adalah pilihan dan manusia dapat memilih bagaimana menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dimasa depan.

Pria ini memulai kehidupan berkarirnya sebagai OB. Berkembangnya waktu pria ini bangkit dan berusaha mandiri. Siapakah sosok pria tersebut ?

Pemuda Lulusan SMA

Dengan ijzah SMA di tangan, membuat seorang Agus Promono tertantang untuk menaklukan kejamnya ibukota pada 1994 silam. Pria yang akrab disapa mas Mono tersebut sempat bekerja sebagai juru masak di sebuah agen katering. Merasa pengalamnnya cukup, ia pun memberanikan diri membuat usaha serupa pada 1997. Namun sayang, krisis moneter yang datang setahun setelahnya, membuat usaha pertamanya itu kandas di tengah jalan. Demi menyambung hidup, Ia pun diterima bekerja sebagai tenaga serabutan alias OB di sebuah perusahaan.

Berpindah Profesi Dari OB Menjadi Penjual Pisang

Sambil menyelam minum air. Itulah yang dilakukan Mas Mono disela-sela pekerjaannya sebagai OB, mas mono menggunakan waktu luangnya untuk mempelajari komputer. Hal ini dilakukannya agar suatu saat ia bisa bisa bertambah pintar dan memperoleh pekerjaan yang layak. Ia bahkan sempat membuka jasa pengetikan skripsi bagi mahasiswa sebagai pemasukan tambahan. Tak hanya itu, mas mono bahkan rela berjalan kaki dengan menjajakan pisang cokelat dari satu sekolah ke sekolah lainnya. Hingga akhirnya sebuah kesempatan emas muncul dihadapannya

Usaha Ayam Goreng Yang Sukses Sementara

Pada awal tahun 2000, ia beralih profesi menjadi pedagang ayam bakar setelah melihat sebuah lahan kosong yang sangat potensial untuk berbisnis kuliner. Saat pertama kali berjualan, ia menggunakan 5 ekor ayam perhari dengan modal Rp 500 ribu. Karena disukai pembeli, perlahan jumlahnya meningkat hingga menghabiskan 80 ekor sehari atau sekitar 380 potong. Ia semakin bertambah yakin dan semangat dalam berjualan. Namun sayang, kesuksesan yang baru seumur jagung itu tak bertahan lama. Ia terpaksa harus berpindah tempat karena terkena penggusuran dan sempat terkena isu wabah flu burung.

Bangkit Dari Kegagalan, Hasilkan Omset Ratusan Juta

Berawal Karir OB, Sukses Dengan Omset Ratusan Juta

Setelah menata kembali bisnis kulinernya, Mas Mono segera bergerak cepat. Beberapa inovasi pun dilakukannya. Meski hanya warung kaki lima, ia menerapkan sebuah standar operasional layaknya rumah makan. Semua karyawannya haruslah rapi dan memakai seragam. Setelah 10 tahun berusaha, warung ayam gorengnya pun melesat luar biasa. Dari satu cabang yang ia dirikan, kini telah bertambah menjadi 20 cabang. Ia bahkan telah membuka sebuah outlet ayam bakar di Malaysia. Tak hanya itu, Mas Mono pun menjual franchise dari ayam bakar miliknya seperti waralaba modern dengan harga Rp 500 juta.

Rahasia Sukses Usaha Mas Mono

Kesukseskan Mas Mono tidak lepas dari prinsip yang menjadi kunci suksesnya. Prinsipnya yaitu 3S, Saba, Syukur dan Sedekah. Yang hebat Mas Mono menerapkan system absensi dengan shalat duha sebagai tanda masuk kerja bagi karyawan.

Hal ini berbuah dengan kerja keras dan penuh keyakinan dari setiap usaha Mas Mono Mas Mono berkata kesibukan kerja bukanlah menjadi penghalang untuk beribadah.

Meninggalkan Gaji 75 Juta Demi Menjadi Seorang Petani

Kisah ini merupakan inspirasi yang luar biasa dari sosok pegawai Bank yang rela meninggalkan pekerjaannya demi menjadi seorang petani.

Meninggalkan Gaji 75 Juta Demi Menjadi Seorang Petani

Tidak semua orang rela meninggalkan sebuah kemewahan. Disaat yang lain berlomba-lomba mencari profesi yang mapan, pria yang satu ini justru memlilih keluar dari World Bank yang membuatnya berlimpah materi selama 13 tahun. Lebih mengejutkan lagi Muslahuddin Daud nekat menjalani sebuah profesi yang justru banyak dihindari masyarakat di zaman yang serba modern dan hedonis ini.

Awal berkarir Muslahuddin Daud di Bank DUnia dengan gaji Ro. 75 Juta. Ia merupakan mantan karyawan yang pernah bekerja di World Bank alias Bank Dunia. Posisinya sebagai Social Development Specialist, membuat Muslahuddin Daud menerima gaji sebesar Rp 75 juta. Namun semua kemapanan itu telah ia tinggalkan. Muslahuddin lebih memilih untuk mengikuti panggilan hatinya dengan berkebun sambil membina petani-petani lain di daerah asalnya.

Meninggalkan Gaji 75 Juta Demi Menjadi Seorang Petani

Setelah resmi mengundurkan diri, Muslahuddin Daud membeli tanah seluas 20 hektar Paya Dua Panten Jeulatang, Kecamatan Lamteuba, Aceh Besar pada 2014 untuk ditanami pepaya, cabai, jagung, kopi dan pisang. Selain mengelola kebunnya secara pribadi, ia juga membina sekitar empat ribu petani. Tak tanggung-tanggung, Muslahuddin Daud telah mengeluarkan dana pribadi hingga Rp 1,5 Miliar dari pekerjaan suka relanya itu. Hasil dari kebunnya pun jarang masuk ke kantong pribadi. Ia justru memutar lagi dana dari keuntungan tersebut demi perkembangan usahanya.

Keputusan yang di ambil belum tentu disetujui dan dapat support orang-orang terdekat. Kisah dan keinginan Muslahuddin Daud ini sempat diprotes sang istri dan keluarganya setelah keluar dari Bank Dunia. Namun dengan usaha keyakinannya, keputusan tersebut dapat diterima keluarga.

Tak mudah memang menggeluti sebuah profesi baru. Ada saja tantangan dan rintangan yang harus dihadapi. Seperti Muslahuddin Daud di awal-awal berkebun, lahan miliknya justru dibakar orang tak dikenal sebanyak dua kali. Tak hanya tanaman, tapi juga gubuk dan rumah ikut dibumihanguskan. Peristiwa tersebut membuat Muslahuddin menangis dan hampir menyerah. Namun, ia segera tersadar dan bangkit kembali. Dirinya tak ingin patah arang dan merasa kalah dengan oknum yang telah membakar lahan miliknya.

Meninggalkan Gaji 75 Juta Demi Menjadi Seorang Petani

Usaha kerasnya selama menjadi seorang petani telah membuahkan hasil. Lewat sebuah pemilihan dan penjurian ketat, Muslahuddin Daud berhasil terpilih sebagai pahlawan Indonesia kategori pertanian 2017.

Kisah di atas merupakan kisah inspirasi bahwa uang bukanlah segalanya. Bagi Muslahuddin Daud, materi merupakan alat yang bisa dicari namun bukan menjadi tujuan hidup. Daud merupakan contoh inspirasi yang jarang terjadi. Berani meninggalkan kemewaan demi masa depan orang lain.

Sukses Dengan Bisnisnya, Inilah Sosok Gibran Rakabuming

Gibran Rakabuming Raka adalah putra pertama Presiden RI Joko Widodo. Siapa yang tidak mengenak sosok Joko Widodo ? Presiden dengan kesederhanaanya. Figure jabatan seorang ayah bukanlah hal penting untuk Raka dalam memulai bisnisnya.

Raka dikenal berkat kesuksesannya membuka bisnis catering bernama Chilipari. Raka sangat mencintai dunia bisnis, waktu yang cukup lama untuk mendalami ilmunya dalam waktu 8 tahun berada di negri sebrang.

Pria kelahiran Solo, 1 Oktober 1987 ini, merupakan lulusan Management Development Institute of Singapore (MDIS) dan University of Technology Insearch, Sydney, Australia yang tamat tahun 2010. Meski menjadi anak dari orang nomor satu di Indonesia, hal tersebut tak membuat dirinya manja dan bermalas-malasan. Seperti apa sosok hebat dari Gibran Rakabuming Raka?

  • Raka adalah Sosok Anak Yang Mandiri dan Penuh Perjuangan
    Raka melanjutkan studinya di Orchid Park Secondary School dan Management Development Institute of Singapore (MDIS), Singapura. Setelah lulus, ia terbang ke Australia dan menempuh pendidikan di University of Technology Insearch, Sydney, Australia yang selesai di tahun 2010.
    Hidup terpisah dengan kedua orangtuanya sejak lulus SMP, membuat Gibran harus hidup mandiri di tanah seberang. Raka menghabiskan waktu selama 8 tahun dan akhirnya memutuskan untuk pulang ke Indonesia.
  • Komitmen Untuk Menekuni Bisnis Jasa Katering
    Meski orang tuanya sangat berpengaruh di Indonesia, hal tersebut tak membuat Gibran menjadi sosok anak yang manja. Ia pun memilih mencoba berbisnis dan memulainya segala sesuatunya dari bawah. Hingga akhirnya, lahirlah usaha jasa katering yang bernama Chilipari. kesuksesan menjalankan bisnis jasa, membuat suami dari Selvi Ananda ini dipercaya menjadi ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJBI) Kota Solo. Tak hanya Chilipari, ia juga membuka usaha kuliner lainnya seperti Kafe Markobar dan berjualan jas hujan dengan tulisan “Tugas Negara Bos” yang berkolaborasi dengan sang adik, Kaesang Pangarep.
  • Peduli Terhadap Lingkungan Sekitar
    Gibran juga membuka lapangan kerja bagi orang lain yang membutuhkan. Seperti di Chilipari, ia mempekerjakan ibu-ibu rumah tangga dan pemuda desa di wilayahnya sebagai tenaga memasak dan melayani katering. Tak cuukup sampai di situ, ia juga mendirikan House of Knowledge yang berfungsi untuk melatih karyawan-karyawan lepas catering Chilli Pari. Terutama dalam percakapan berbahasa Inggris.
  • Cermin Seorang Yang Tabah Meski Sempat Dibully
    Seorang warganet atau netizen sempat menyebut Raka dengan julukan plonga-plongo dan sang adik dihujat dengan kata-kata ndeso. Alih-alih membalas dengan kata-kata kasar, jawaban dari pemilik katering Chilipari itupun sangat diplomatis. “Ya Kak, Maaf Kak, ujarnya singkat. Inilah sisi kedewasaan yang ditampilkan oleh Gibran Rakabuming Raka. Ia tak terprovokasi untuk balik membalas ejekan yang dialamatkan pada dirinya.
  • Menjunjung Tinggi Indonesia
    Baru-baru ini, presiden Joko Widodo terlihat sering memakai sebuah jaket denim yang bergambar pulau Indonesia terbelah. Sontak, hal tersebut akhirnya memancing komentar pedas dari netizen. Mereka mengatakan bahwa Jokowi bangga dengan Indonesia yang terbelah menjadi dua bagian. Gibran pun lanngsung menanggapinya dengan emosi. Bukan karena jaket ayahnya yang dihina, melainkan hasil gambar yang diciptakan temannya yang ia bela. Ia mempersilahkan jika ada yang tidak suka dengan Jokowi dan mengampanyekan #2019GantiPresiden. “Tapi jangan menghina hasil karya teman saya,” ujarnya singkat.