Mengawali Langkah Resign Dan Stephanie Chan Kini Sukses Berbisnis Cookies

Terkadang benar jika ada penggalan kata ketika seseorang ingin sukses harus mencoba berani mengambil langkah dan ini pun adalah cara yang dilakukan oleh Stephanie Chan.

Stephanie awalnya bekerja di kantor namun ia memilih resign untuk mengurus bisnis cookies-nya yang kini sukses. Seperti apa cara yang ditempuh oleh Stephanie dan apa kunci keberhasilannya?

Stephanie Chan membuat sebuah nama Brand Cookies dengan nama Sugar Rush by Steph. Produk ini memiliki fitur yang cukup berbeda dari kue Cookies yang kebanyakan dijual diluar sana. Stephanie menawarkan kue-kue tersebut dengan bentuk yang sangat menggemaskan dan penuh warna. Keunikan yang terinspirasi dari Instagram itu lah yang diunggulkan Sugar Rush.

“Aku tidak ingin membuat kue mainstream tapi mencoba sesuatu yang berbeda, terutama cookies. Aku memulai bisnis kecil dan sadar bahwa ada pasar untuk cookies dekorasi,” kata Stephanie.

Stephanie menawarkan kuenya dengan bentuk unik dan kekinian, misalnya unicorn, emoticon, hingga avokad. Cookies itu pun hadir dengan warna-warna menyenangkan yang memanjakan mata dan Instagramable. Tak heran jika bisnis kue Stephanie berkembang karena media sosial. “Instagram dan Facebook menjadi kunci bisnisku. Tapi, mulut ke mulut juga penting,” kata Steph.

Sukses Berbisnis Cookies

Usaha Cookies yang dijual Stephanie Chan kini berbuah hasil, sekarang kuenya memiliki reseller atau memasok ke tujuh took dan menerima pesanan dari sejumlah perusahaan. Untuk Anda yang juga ingin berbisnis kue, ia pun mengingatkan pentingnya kualitas bahan. Disarankan juga agar Anda mengikuti resep sebelum melakukan inovasi. Stephanie pun menganjurkan untuk pebisnis tidak mengambil jalur singkat dan mulailah dari bawah.

“Jika kamu ingin menjadi pebisnis, saranku adalah bekerjalah dengan keras mencapai tujuanmu, kalkulasikan risikomu, lakukan banyak riset dan mengertilah pasar,” tutur Stephanie yang sebelumnya bekerja sebagai akuntan finansial.

“Yang paling penting adalah bersemangatlah pada apa yang kamu lakukan, lakukan dengan terorganisir, dan buat struktur pendukung yang baik, perusahaan bergantung pada orang-orang dan kamu tidak bisa melakukan semuanya sendirian. Percaya pada dirimu sendiri bahwa semuanya bisa terjadi jika kamu menaruh hati dan jiwamu di situ,” tambahnya.

Kisah Pria Tunarungu Yang Sukses Berkerja 12 Tahun Dengan 1 Kaki

Dalam kehidupan yang paling berharga adalah Pengalaman. Dan perjuangan dari pengalaman tersebut bukanlah suatu ha yang mudah. Setiap orang tentu mengalami banyak perjuangan dalam hidup dan berhasil bertahan melewati masalah.

Hal ini terjadi pada pria inspiratif dari China ini yang berjuang untuk hidup dengan gairah dan kerja keras. Pria tersebut bernama Shang Wuyi yang merupakan pria difabel yang bisu dan hanya memiliki satu kaki, ia telah menjadi pekerja penyapu jalanan selama hampir 12 tahun.

Pria berusia 46 tahun ini bangun jam empat pagi untuk mulai bekerja setiap pagi dan setiap hari. Shang tidak pernah libur satu hari pun sejak ia mulai bekerja. Menurutnya, ia senang bekerja karena lahir pada 1 Mei, yaitu Hari Pekerja Internasional.

Ditemani bekerja oleh sang istri, Wang Yaqin setiap hari yang juga seorang penyapu jalan di Xi’an, China. Sebagai sesame karyawan yang berdedikasi, mereka telah bekerja 30 menit sebelum waktu gilirannya.

Namun, jika istrinya sakit atau harus cuti, Shang Wuyi kemudian akan berangkat jam tiga pagi untuk memastikan pekerjaannya selesai. Itu yang dijelaskan sang istri bahwa tak masalah jika pekerjaannya sulit karena hidup mereka bergantung pada itu.

Wang Yaqin juga mengungkapkan bahwa Shang maupun saudara perempuannya terlahir tuli dan memiliki cacat keturunan yang mereka dapatkan dari ibu mereka. Sedangkan untuk kaki Shang, ia kehilangannya pada usia muda tujuh tahun setelah dikejar oleh sebuah kereta yang melaju karena ia tidak mendengarnya datang.

“Meski dia tidak bisa bicara, saya tahu dia sangat menghargai pekerjaannya. Dia tahu tubuhnya cacat, jadi dia harus bekerja lebih keras daripada yang lain untuk mempertahankan pekerjaannya,” kata Wang, yang telah menikah dengan Shang selama 21 tahun.

Huang yang merupakan atasan Shang juga menjelaskan bahwa pada awalnya khawatir memberikan pekerjaan itu kenapda suaminya itu. Menurutnya mungkin Shang tak dapat menangani pekerjaan yang menuntut fisik dan ketidakmampuannya.

“Tapi menurut pengamatan saya, Shang bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. Dia bukan hanya pekerja keras tapi juga menyapu jalan dengan sangat bersih,” katanya.

Sempat di Penjara Kini Choirul Mahpuduah Sukses Buat Kampung Kue dan Jadi Wanita Inspiratif

Choirul Mahpuduah adalah mantan aktivis yang dulu pernah dipenjara karena vokal memperjuangkan hak-hak para buruh namun sekarang ia menjadi pengusaha sukses Kampung Kue.

Lokasi Kampung Kue

Kampung Kue berlokasi di Rungkut Lor II, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Lokasinya tak jauh dari Trans Studio Mini Surabaya. Di sini, tersedia berbagai pilihan jajanan pasar. Mulai dari kue basah seperti lemper, pastel, donat rogut, dan bolu pisang, sampai varian kue kering. Salah satunya, almond crispy yang kini menjadi ikon kuliner Surabaya.

Eksis sejak 2005, Kampung Kue bermula dari keprihatinan Irul, begitu sapaan Choirul, pada para ibu-ibu Rungkut Lor II yang putus kerja. “Banyak dari mereka kena PHK. Mau lanjut kerja di pabrik sekitar pun ditolak karena usia mereka nggak produktif lagi,” ujar Irul di markas Facebook Indonesia di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (21/3/2018).

Awal Karir dan Usaha Kue

Saat itu Irul juga sedang tidak memiliki mata pencaharian dan sedang mencoba bisnis kue kecil-kecilan. Sebelumnya, ia bekerja buruh hingga akhirnya dipecat karena memperjuangkan hak-hak para buruh. “Aku malah pernah sampai dipenjara semalaman karena dituduh memprovokasi teman-teman,” kenang perempuan kelahiran Kediri, 28 Februari 1969, itu.

Mengingat perkataan Ibunya, selain jujur, ia selalu diingatkan sang ibu untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain. Maka ia pun mengajak para ibu-ibu Rungkut Lor II, untuk berjualan kue produksi sendiri.

Mengawali perjalanan usaha tersebut, banyak tantangan yang menghadang, termasuk soal modal. Ia berusaha pinjam sana-sini, namun penolakan yang diterima. Sampai akhirnya, usaha tersebut tetap berjalan hanya berbekal modal Rp 150 ribu hasil urunan tiga orang.

Tantangan juga datang dari keluarga para ibu-ibu tersebut. Mereka dilarang bekerja oleh suaminya dengan alasan menelantarkan urusan rumah tangga.

Awal Sukses Kampung Kue

Merangkum dari berbagai cerita Bu Irul dan usahanya itu berkembang secara perlahan dan bertahap. Hal itu didasari dari promo para ibu-ibu sekitar yang mengadakan pertemuan antar warga. Serta perkembangan teknologi informasi yang menjadi wadah promosi Choirul Mahpuduah. Ia menggunakan Media Sosial dll dalam pengembangan usahanya.

“Ibu-ibu sekarang kan enggak gaptek. Jadi, mereka mempromosikan kuenya dan terima orderan lewat Facebook, Instagram, dan Whatsapp,” kata peraih penghargaan Pahlawan Ekonomi Surabaya 2014 ini.

Berkat media social seperti Instagram, lanjut Irul, Kampung Kue semakin dikenal. Tidak hanya di sekitaran Surabaya, tapi juga hingga ke mancanegara.

Saat ini, Kampung Kue memiliki 62 pedagang yang secara mandiri memproduksi dan menjual kue. Mereka berjualan di kala subuh. Puluhan ribu kue bisa diproduksi setiap harinya. Tidak hanya untuk dijual di Kampung Kue sendiri tapi juga didistribusikan ke pasar tradisional, pusat oleh-oleh, dan supermarket modern.

Irul berharap, Kampung Kue gagasannya dapat menginspirasi para perempuan untuk berani berkarya dan memberdayakan masyarakat sekitar sesuai dengan potensi yang dimiliki.

“Menurut saya kekuatan perempuan bisa terlihat saat diberikan kesempatan untuk berbisnis,” ujar Irul.

Kisah Sukses Pria Pemulung Hingga Sukses Disorot Melalui Beasiswa Sarjana

Mengawali kisah awal dari Jeb Baclayon Bayawon yang menghabiskan masa kecil dengan mengumpulkan sisa sampah botol plastik kosong tak membuat seorang pria asal Filipina ini berhenti meraih mimpi.

Dan sekarang ia masih tak menyangka, ia kini berhasil mengenakan toga dan lulus dari universitas. Jeb Baclayon Bayawon berpikir bahwa dia akan mengumpulkan sampah dan botol plastik kosong sepanjang hidupnya.

Namun nasib seseorang dapat berubah dan semua berubah setelah dia mengambil kesempatan untuk mengejar pendidikan melalui bantuan yayasan yang didanai pihak asing. Sepuluh tahun setelah ia mendapat kesempatan, Bayawon berhasil mengenakan toga dengan sesama lulusan Universitas Negeri Mindanao, pada Juni 2018.

Inilah Kisah Jeb Baclayon Bayawon

Jeb Baclayon Bayawon adalah pria berusia 23 tahun berbagi kisahnya dalam sebuah wawancara bahwa jalan menuju mendapatkan gelar sarjana dilalui dengan berbagai rintangan. Salah satunya adalah hidup di tempat pembuangan sampah.

“Saya dibesarkan di tempat pembuangan sampah di mana saya memulung sampah yang bisa didaur ulang dan botol plastik kosong untuk membantu orangtua kami mencari nafkah. Kami menjual sisa dan botol ke toko-toko barang bekas,” kenang Bayawon.

Bayawon juga mengatakan mengambil beberapa sisa makanan di tempat sampah dan memasaknya lagi di rumah. Terlepas dari situasinya, ayah Bayawon mengajarkan agar Bayawon berpikir keras di kepalanya bahwa pendidikan harus tetap menjadi prioritas.

“Ayah selalu menyarankan saya untuk pergi ke sekolah. Tapi ketika saya masih SD, beberapa teman sekelas menyindir saya tentang tempat tinggal saya di pembuangan sampah dan tidak memiliki kebersihan yang layak. Setiap kali saya membuka bekal makanan saat jam istirahat, mereka meringis karena tahu bahwa itu berasal dari sampah,” ceritanya.

Bayawon juga sempat mengalami arti Di-bully dan juga intimidasi membuat Bayawon tak mau pergi ke sekolah atau merasa asing. Hingga akhirnya sang ayah menderita tuberkulosis dan membuatnya putus sekolah.

Ditinggalkan Ayah dan Ibunya

“Saya berusia 12 tahun ketika ayah saya meninggal. Dan tidak lama setelah itu, ibuku menghembuskan napas terakhirnya setelah mengalami hipertensi,” terang Bayawon.

Pada 2007, ketika sedang mengolah sampah di tempat pembuangan sampah bersama anak-anak lain, Bayawon diwawancarai oleh Thomas Kellenberger, mantan penegak hukum dari Swiss.

Thomas merupakan pendiri organisasi bantuan swasta yang mengadvokasi hak anak-anak miskin untuk mendapatkan pendidikan di Filipina. Bayawon kemudian menjadi salah satu penerima beasiswa dan mendapatkan kesempatan untuk kembali sekolah.

“Saya melanjutkan studi karena saya ingin belajar. Saya tidak ingin orang memandang rendah saya,” kata Bayawon.

Saat itu Yayasan memberinya persyaratan yang diperlukan untuk sekolah mulai dari biaya sekolah, uang saku, dan penginapan. Bayawon pun meninggalkan tempat pembuangan sampah.

Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan dasar di salah satu sekolah lokal di kota, ia mengambil sistem pembelajaran alternatif sehingga bisa mengejar pendidikan tinggi di usianya.

“Ketika saya lulus penilaian dan Tes Kesetaraan, saya bisa meneruskan ke perguruan tinggi. Yayasan telah mendorong saya untuk mengejarnya, jadi saya mengikuti ujian masuk di Mindanao State University-Naawan,” jelas Bayawon.

Bayawon memilih menjadi sarjana muda bahasa Inggris setelah lulus ujuan masuk karena minatnya dalam bahasa dan mimpinya menjadi seorang pendidik. Itu bukan perjalanan yang mulus karena Bayawon harus mengatasi tantangan tak terelakkan yang datang dengan mengejar pendidikan perguruan tinggi.

“Beberapa kelas sangat sulit. Saya harus mengatur jadwal dan menyesuaikan diri. Ada saat-saat ketika saya tidak dapat berhubungan dengan percakapan teman sekelas karena mereka berbicara tentang kehidupan dengan keluarga mereka yang benar-benar berbeda dari saya, dan pengalaman sekolah menengah mereka, yang tidak saya miliki,” ungkapnya.

KISAH SUKSES Bayawon Berbuah Hasil

Bayawon telah mengambil lompatan besar dari mengais-ngais di tempat pembuangan sampah hingga mendapatkan gelar sarjana. Ia pun berencana menggunakan gelar dan pengalamannya dalam mengajar untuk membantu banyak orang menuju masa depan yang menjanjikan.

Berikut Adalah Kutipan Sukses Sosok Najwa Shihab

Sosok Najwa Shihab sebagai seorang Jurnalis memang cukup menarik perhatian Publik. Memiliki kemampuan dan kecerdasan dibidang yang cukup kritis ini memang menjadikan Najwa Shihab sebagai salah satu wanita Inspiratif.

  1. Investasi Waktu Jadi Kunci Sukses Najwa Shihab

“Kemauan kita untuk menunggu itu investasi waktu. Menunjukkan upaya kerja keras kita. Saya dulu nggak akan pulang sebelum dapat quote. Mungkin memang dulu belum terlihat hasilnya, tapi itu yang membentuk kita jadi wartawan yang kuat,” ucapnya.

  1. Membangun Relasi Seluas Mungkin

“Jejaring itu investasi. Hubungan dengan narasumber itu untuk wartawan sesuatu yang mahal. Saya diuntungkan dengan perjalanan karir cukup lama dan nama besar institusi tempat saya bekerja,” katanya mengungkapkan resep suksesnya membuat narasumber bicara terbuka di Mata Najwa.

  1. Menjadi Orang Yang Persistensi Dalam Bekerja

Nasihat soal persistensi ini pun disampaikannya ke timnya di Mata Najwa dan Metro TV. Dia ingat bagaimana dirinya pernah memarahi krunya yang pulang dengan tangan hampa saat diminta mewawancarai Syahrini. Dia pun meminta krunya untuk kembali mencoba dan tidak boleh pulang tanpa mendapat pernyataan dari pencetus gerakan ‘maju mundur cantik‘ itu.

  1. Rutin Berolahraga dan Merawat Diri

Najwa juga memiliki kesadaran untuk berolahraga ini tumbuh sejak tiga tahun lalu setelah sempat kehilangan putri keduanya yang baru saja lahir. Putrinya lahir dalam kondisi prematur dan meninggal setelah empat jam dilahirkan. Dia menyadari harus hidup lebih sehat agar tidak mudah lelah dan bisa menjaga janin.

  1. Pola Hidup Sehat

Dulu saya juga diet ketat. Saya ikut South Beach Diet. Diet ini dalam dua minggu pertama betul-betul nggak boleh gula sama sekali. Saya turun 10 kg dalam 2,5 bulan,” kata Najwa yang menjalani diet setelah berat badannya naik 13 kg karena hamil.

  1. Ingin Menjadi Sosok Pendidik

Pendidikan selalu menjadi hal yang sangat penting untuk saya. Saya senang membawa Mata Najwa ke kampus-kampus karena ada di darah saya, mengajak orang belajar lebih banyak,” ucapnya.