Kisah Inspiratif Pebisnis Yang Sukses Menjadi Pengusaha
Kisah Inspiratif Pebisnis Yang Sukses Menjadi Pengusaha

Kisah Inspiratif Pebisnis Yang Sukses Menjadi Pengusaha

Kisah Inspiratif Pebisnis Yang Sukses Menjadi Pengusaha – Adanya salah satu bisnis untuk sekarang ini adalah impian dari sebagian orang atau mungkin dari setiap orang. Akan tetapi memang pada dasarnya ini untuk bisa menjadi salah seorang pebisnis yang sukses atau berhasil. Tentu saja harus bisa untuk mengalahkan atau menghadapi setiap masalah yang memang pada akhirnya mereka harus bisa untuk menjadi seorang yang sukses untuk membangun bisnisnya tersebut.

Tentunya banyak orang yang akan merasa ragu atau takut untuk menjadi seorang pengusaha. Karena keterbatasan modal yang di punyai atau memang hal lain sebagainya yang bisa menghambat terjadinya atau untuk menjadi seorang pengusaha. Ragu dalam kemampuan bisnis atau dalam modal ini tentunya berupa materi. Berbeda dengan sebuah kisah inspirasi pebisnis yang sukses. Dari mereke tersebut mengawali usahanya tanpa harus merasa ragu.

Nah , jadi kali ini kami akan membahas mengenai beberapa kisah inspirasi atau inspiratif para pebisnis yang sukses di indonesia , tanah air kita. Dan berikut ini beberapa orang yang sukses untuk menjadi kan kisah inspirasi sukses yang ada di tanah air yaitu sebagai berikut.

Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono

Taksi Blue Bird , Tentu saja hampir semua orang tau mengenai taksi yang ada di dalam kota kota besar itu. Taksi atau blue bird ini hampir ada di setiap tempat yang ada di kota kota terkhusus di kota jakarta. Itu merupakan salah satu bukti kisah inspirasi pebisnis sukses dari seorang wanita tangguh yang bernama Mutiara Siti fatimah Djokosoetono dan berhasil untuk mendirikan perusahaan taksi yang pastinya sudah terpercaya. Dari siti fatimah ini lahir dari keluarga yang cukup berada, akan tetapi dia harus untuk menghadapi kehidupan yang sulit.

Sebab dari bangkrutnya bisnis orang tuanya diwaktu itu. Untuk sampai lulus sekolah dan kuliah dia saja harus merasa kesulitan dan setelah menikah itu dengan dosen kuliahnya sendiri. Dimulai dari pintu ke pintu siti menjual batik dan terjun ke dunia usaha yang sekarang ini. Bahkan juga berjualan telur , pada waktu dulu adalah salah satu jenis makanan yang sangat mewah , untuk bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.

Dengan menemui beberapa permasalahan ini menjadi salah satu kurangnya modal waktu dia ingin mengembangkan usahanya tersebut.  Dan pada akhirnya juga sebuah pinjaman dari bank dia juga bisa memperoleh dana untuk membeli 100 unit mobil yang menjadi awal cikal bakal dari kisah inspirasi suksesnya pebisnis usaha taksi blue bird di waktu yang dulu.

Sunny Kamengmau

Dari kalian ada yang tau atau mengenal dengan tas Robita ? Tentu saja ini adalah hasil karya anak bangsa , yaitu laki laki yang tidak lulus sma bernama Sunny Kamengmau. Kisah Inspirasi pebisnis sukses dalam bidang fashion ini karyanya sangat banyak yang suka oleh warga negara jepang. Di negara samurai para sosialita pun sering untuk menggunakan baju tersebut.

Dulunya sunny merupakan salah seorang tukang sapu di dalam hotel. Karena kerjanya sangat bagus dan kemudian menjadi seorang satpam. Pada akhirnya dia juga berteu dengan pebisnis dari jepang. Dia juga bisa mendapatkan tantangan untuk membuat tas dan nantinya akan di pasarkan ke jepang. Dari tantangan yang diberikan ini dia pun bisa atau sanggup , akan tetapi dari usahanya tidak berkembang sampai sampai perajin tasnya pun bisa untuk meninggalkannya. Dari sinilah awal kisah inspiratif pebisnis yang sukses dimulai. Dia mulai bangkit dan berusaha sampai akhirnya ada 100 orang yang dia kerjakan. Hasil karyanya berupa tas pun akan semakin terkenal. Bahkan bisa menjadi para pesaing sekelas tas dunia Hermes.

Bob Sadino

Banyak orang yang merasa hilang waktu mendengan kematian dari Bob sadino. Bob sadino adalah salah seorang tokoh kisah inspirasi pebisnis yang sangat sukses di indonesia. Di BUMN atau Badan Usaha Milik Negara Bob sudah bekerja selama 9 tahun lamanya. Dari sanalah dengan melakukan penyewaan mobil yang dia sendiri menjadi seorang supir. Bisnisnya ini mati dan tidak berkembang dikarenakan pada waktu menjadi supir dengan pelanggan dia mengalami kecelakanaan.

Sebagai seorang buruh bangunan juga sudah pernah di alami oleh Bob Sadino dan mendapatkan upah harian. Akan tetapi , insting yang sangat lah kuat dari Bob Sadino dengan mempunyai modal sedikit dari para tetangganya yang memberikan pinjamannya , maka dia berani mencoba untuk berjualan telur ayam di dalam negeri.

Dari usaha berjualan telur ayam ini akhirnya pun berbuah manis atau mendapatkan hasil yang terbaik. Dalam kawasan kemnang , Bob sukses menjual telur telurnya. Kem-Chicks tempat yang di bangunkan oleh Bob untuk memasarkan produk para peternak dan pertanian yang dia hasilakn tanpa harus door to door lagi. Sampai diwaktu yang sekarang ini tempat ini menjadi sangat terkenal dari produk unggulannya tersebut.

Baca Juga : Kisah Inspirasi Awal Kisah Seorang Pengemis

Kesempatan Kedua

Alkisah, di kesepian malam, tampak seorang pemuda berwajah tampan sedang memacu laju kendaraannya. Karena kantuk dan lelah yang mendera, tiba-tiba ia kehilangan kesadarannya dan gubraaak…..mobil yang dikendarainya melintasi trotoar dan berakhir dengan menabrak sebuah pohon besar.

Karena benturan yang keras di kepala, si pemuda sempat koma dan dirawat di rumah sakit. Saat kesadarannya mulai kembali, terdengar erangan perlahan. “Aduuuh…kepalaku sakit sekali. Kenapa badanku tidak bisa digerakkan. Oh..ada di mana ini?”. Nanar, tampak bayangan bundanya sedang menangis, memegangi tangan dan memanggil-manggil namanya.

Lewat beberapa hari, setelah kesadarannya pulih kembali, ia baru tahu kalau mobil yang dikendarainya ringsek tidak karuan bentuknya dan melihat kondisi mobil, seharusnya si pengemudi pasti meninggal dunia. Ajaibnya, dia masih hidup (walaupun mengalami gegar otak lumayan parah, tulang paha yang patah menjadi enam, dan memar di sana-sini; hal ini membuatnya harus menjalani operasi dan proses terapi penyembuhan yang lama dan menyakitkan).

Saat pamannya datang menjenguk, si pemuda menggerutu tidak puas pada kehidupannya, “Dunia sungguh tidak adil! Sedari kecil aku sudah ditinggal oleh ayahku. Walaupun aku tidak pernah hidup berkekurangan tetapi teman-temanku jauh lebih enak hidupnya. Gara-gara Bunda membelikan mobil jelek, aku jadi celaka bahkan kini cacat pula wajah ini. Oh…sungguh sial hidupku..”

Pamannya yang kenal si pemuda sedari kecil menegur keras, “Anak muda. Wajahmu rupawan, tetapi jiwamu ternyata tidak. Bundamu bekerja keras selama ini hingga hidupmu berkecukupan. Lihatlah sekelilingmu, begitu banyak orang yang tidak seberuntung kamu.

Tidak perlu menyalahkan orang lain. Kecelakaan ini karena kesalahanmu sendiri! Pernahkan kamu pikirkan, seandainya kecelakaan itu merenggut nyawamu, bekal apa yang kamu bawa untuk mempertanggungjawabkan seluruh perbuatanmu di hadapan Sang Khalik? Tuhan begitu baik, memberi kesempatan kedua kepadamu untuk hidup lebih lama. Itu artinya, kamu harus hidup lebih baik! Apakah kamu mengerti?”

Si pemuda terpana sesaat dan lirih menjawab, “Terima kasih paman. Saya akan mengingat nasihat paman. Biarlah luka di wajah ini sebagai pengingat agar aku tahu diri dan mampu untuk bersyukur”.

Kesimpulan : Setiap hari di setiap tarikan napas kita sesungguhnya adalah “kesempatan kedua” di dalam kehidupan kita. Kesempatan untuk selalu mengingat kebaikan yang telah kita terima dan mengingatkan kita untuk selalu berbuat bajik kepada sesama.

Perlombaan Kancil Dan Kera

Disuatu desa yang sejuk dan nyaman. hiduplah dua sahabat kecil,namanya keri dan kanci. mereka berdua sedang menikati hangatnya cahaya matahari yang terasa hangat menyentuh mereka di balik pepohonan. tiba – tiba muncul ide iseng di kepala si keri untuk mengajak si kanci berlomba membuktikan diri,siapa yang lebih hebat diantara mereka berdua.

Karna merasa tertantang akhirnya si kancipun menerima tantangan temannya. keri yang merasa lebih hebat dalam memanjat langsung mengajak sahabatnya menemui si tucil (tupai kecil) yang tinggal di batang pohon “inspirasi” dan berniat menjadikannya sebagai juri. begitu tiba di tempat tupi,mereka menyampaikan maksud kedatangan mereka untuk menjadikannya sebagai juri dalam perlombaan yang mereka rencanakan.

Karna tidak tahu maksud kedua temannya si tupi asal saja berkata “baiklah,siapa yang lebih dulu mencapai puncak pohon inspirasi ini akan diakui sebagai orang hebat.” si keri langsung melompat dan tidak lama dia melambai – lambai kebawah dengan tatapn mengejek. kanci yang tidak bisa memanjat pohon inspirasi langsung protes dan mengajak temannya untuk mangadakan pertandingan ulang! dengan menjadikan paku (pak kuda) sebagai jurinya.

Pak kuda yang tinggal di lereng gunung motivasi terkaget – kaget mendengar ide jahil mereka berdua. lalu dengan asal saja paku mengatakan “baiklah,siapa yang lebih dulu mencapai puncak gunung “motivasi” ini,akan diaku sebagai yang terhebat” tanpa pikir panjang si kanci berlari secepat -cepatnya. setiba di atas dia berteriak kebawah dan melambaikan kakinya dengan tatapan yang tak kalah mengejek.

Pak beruang yang sedari tadi memperhatikan tingkah dua warga hutan itu mendekat dan bicara pada mereka berdua “kalian sedang apa si?” keri yang merasa di kalahkan menjawab “si kanci tu pak,masa ngajak saya lari ke puncak gunung motivasi. yah mana kuat saya mengejarnya? ” si kanci yang merasa tidak begitu ceritanya langsung protes “gak koq pak,si keri tu yang ngajak lomba,tadi dia ngajak saya lomba manjat pohon inspirasi. yah jelas saya kalah lah.”

Pak beruang langsung mengerti duduk masalahnya,dan berkata “kalian lihat pulau di kaki gunung motivasi itu?” mereka berdua serentak menjawab “iya pak.”
“baiklah,bagaimana kalo kalian berdua berlomba mencapai pulau itu dan siapa yang bisa mengambil buah inspirasi di pohonnya yang ada di pulai itu,dia yang menang! setuju?” setelah keduanya meng-iya-kan pak beruang langsung menghitung “1… 2… 3…”
mereka berdua pun langsung berlari secepat – cepatnya untuk mencapai pulau di kaki gunung motivasi dan memetik buah diatas pohon inspirasi seperti mana di nyatakan oleh pak beruang.

Kancil dengan gesit menyebrangi sungau kecil yang terbentang antara pulai kecil dan gunung motivasi dengan melompat2 kecil. sementara si keri tertinggal karna tidak ada dahan yang bisa di jadikan ayunan untuk menyebrang ke pulau itu.

sesampainya di sebrang pulau si kanci malah bingung sendiri. bagaimana caranya memetik buah inspirasi yang tergantung tinggi itu? pada saat yang bersamaan si keri berteriak pada sahabatnya “kanci,jemput aku disini! dan aku akan mengambilkan buah inspirasi itu untuk kamu!” kanci berpikir sejenak. setelah yakin untuk menjemput keri diapun melompat dan menjemput temannya disebrang. keri menaiki punggung kanci dan mereka berdua pun sampai di pulau sebrang. sesuai janjinya keri memanjat pohon itu untuk sahabatnya!.

Di kejauhan pak beruang bertepuk riang menyaksikan kerja sama mereka berdua! “kalian sudah liat sendiri? kalian berdua berbeda dan masing – masing memiliki peran yang uniq dalam tim! kita tidak bicara siapa yang terhebat diantara kita. tapi bagaimana mengorganisir semua kelebihan kita untuk dijadikan sebuah kekuatan yang tidak terkalahkan!”

Si kanci dan keri kemudian sadar bahwa kerja sama tim harus lebih diutamakan. mereka berdua bersalaman,kembali ke bawah pohon dan menikati hangatnya cahaya matahari.

Tukang Kayu

Pada suatu hari, ada seorang Tukang Kayu yang merasa sudah tua dan berniat untuk pensiun dari profesinya sebagai Tukang Kayu yang sudah ia jalani selama puluhan tahun. Ia ingin menikmati masa tuanya bersama istri serta anak cucunya. Sebelum memutuskan untuk berhenti bekerja, ia sebelumnya menyadari bahwa ia akan kehilangan penghasilan rutin yang setiap bulan ia terima. Bagaimana pun itu, ia lebih merasakan dan mementingkan tubuhnya yang sudah termakan usia karena ia merasa tidak dapat lagi melakukan aktivitas seperti tahun-tahun sebelumnya.

Suatu hari, kemudian ia mengatakan rencana ingin pensiun kepada mandornya. “Saya mohon maaf Pak, tubuh saya rasanya sudah tidak seperti dulu, saya sudah tidak kuat lagi untuk menopang beban-beban berat di pundak saya saat bekerja..”.

Setelah sang mandor mendengar niat Tukang Kayu tersebut, ia merasa sedih. Karena sang mandor akan kehilangan salah satu Tukang Kayu terbaiknya, ahli bangunan handal yang dimiliki dalam timnya. Namun apalah daya, mandor tidak dapat memaksa untuk mengurungkan niat si Tukang Kayu untuk berhenti bekerja.

Terlintas dalam fikiran sang mandor, untuk meminta permintaan terakhir sebelum dirinya pensiun. Sang mandor memintanya untuk sekali lagi membangun sebuah rumah untuk yang terakhir kalinya. Untuk sebuah proyek dimana sebelum Tukang Kayu tersebut berhenti bekerja.

Akhirnya, dengan berat hati Tukang Kayu menyanggupi permintaan mandornya meskipun ia merasa kesal karena jelas-jelas dirinya sudah bicarakan akan segera pensiun.

Di balik pengerjaan proyek terakhirnya, ia berkata dalam hati bahwa dirinya tidak akan mengerjakannya dengan segenap hati. Sang mandor hanya tersenyum dan mengatakan pada Tukang Kayu pada hari pertama ketika proyeknya dikerjakan, “Seperti biasa, aku sangat percaya denganmu. Jadi, kerjakanlah dengan yang terbaik. Seperti saat-saat kemarin kau bekerja denganku. Bahkan, dalam proyek terakhir ini kamu bebas membangun dengan semua bahan-bahan yang terbaik yang ada”.

Tukang Kayu itupun akhirnya memulai pekerjaan terakhirnya dengan malas-malasan. Bahkan dengan asal-asalan ia membuat rangka bangunan. Ia malas mencari, maka ia menggunakan bahan-bahan bangunan berkualitas rendah. Sangat disayangkan, karena ia memilih cara yang buruk untuk mengakhiri karirnya.

Hari demi hari berlalu, dan akhirnya, rumah itupun selesai. Ditemani Tukang Kayu tersebut, sang mandor datang memeriksa. Ketika sang mandor memegang gagang daun pintu depan hendak membuka pintu, ia lalu berbalik dan berkata, “Ini adalah rumahmu, hadiah dariku untukmu”.

Betapa kagetnya si Tukang Kayu. Ia sangat menyesal. Kalau saja sejak awal ia tahu bahwa ia sedang membangun rumahnya, ia akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Akibatnya, sekarang ia harus tinggal di sebuah rumah yang ia bangun dengan asal-asalan.

Kentang, Telur Dan Biji Kopi

Pada suatu hari, ada seorang anak perempuan yang mengeluh kepada ayahnya bahwa hidupnya sengsara dan bahwa dia tidak tahu bagaimana dia akan berhasil. Dia lelah berjuang dan berjuang sepanjang waktu.Tampaknya hanya salah satu dari masalahnya yang dapat ia selesaikan, kemudian masalah yang lainnya segera menyusul untuk dapat diselesaikan.

Ayahnya yang juga seorang koki membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air dan menaruhnya di atas api yang besar. Setelah tiga panci tersebut mulai mendidih, ia memasukkan beberapa kentang ke dalam sebuah panci, beberapa telur di panci kedua, dan beberapa biji kopi di panci ketiga.

Kemudian ia duduk dan membiarkan ketiga panci tersebut di atas kompor agar mendidih, tanpa mengucapkan sepatah kata apapun kepada putrinya. Putrinya mengeluh dan tidak sabar menunggu, bertanya-tanya apa yang telah ayahnya lakukan.

Setelah dua puluh menit, ia mematikan kompor tersebut. Ia mengambil kentang dari panci dan menempatkannya ke dalam mangkuk. Ia mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk.

Kemudian ia menyendok kopi dan meletakkannya ke dalam cangkir. Lalu ia beralih menatap putrinya dan bertanya, “Nak, apa yang kamu lihat?”

“Kentang, telur, dan kopi,” putrinya buru-buru menjawabnya.

“Lihatlah lebih dekat, dan sentuh kentang ini”, kata sang ayah. Putrinya melakukan apa yang diminta oleh ayahnya dan mencatat di dalam otaknya bahwa kentang itu lembut. Kemudian sang ayah memintanya untuk mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapatkan sebuah telur rebus. Akhirnya, sang ayah memintanya untuk mencicipi kopi. Aroma kopi yang kaya membuatnya tersenyum.

“Ayah, apa artinya semua ini?” Tanyanya.

Kemudian sang ayah menjelaskan bahwa kentang, telur dan biji kopi masing-masing telah menghadapi kesulitan yang sama, yaitu air mendidih.

Namun, masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Kentang itu kuat dan keras. Namun ketika dimasukkan ke dalam air mendidih, ketang tersebut menjadi lunak dan lemah.

Telur yang rapuh, dengan kulit luar tipis melindungi bagian dalam telur yang cair sampai dimasukkan ke dalam air mendidih. Sampai akhirnya bagian dalam telur menjadi keras.

Namun, biji kopi tanah yang paling unik. Setelah biji kopi terkena air mendidih, biji kopi mengubah air dan menciptakan sesuatu yang baru.

“Kamu termasuk yang mana, nak?” tanya sang ayah kepada putrinya.

“Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana caramu dalam menghadapinya? Apakah kamu adalah sebuah kentang, telur, atau biji kopi?”

Pesan Moral : Dalam hidup ini, Banyak sesuatu yang terjadi di sekitar kita. Banyak hal-hal yang terjadi pada kita. Tetapi satu-satunya hal yang benar-benar penting adalah apa yang terjadi di dalam diri kita.