TINGGALKAN ZONA NYAMAN, INILAH KISAH HUGO BARRA
Tokoh Inspirasi

TINGGALKAN ZONA NYAMAN, INILAH KISAH HUGO BARRA

Hidup tentu bukan sesuatu yang harus selalu berjalan dengan aman dan selalu sesuai dengan harapan. Kita membutuhkan keberanian dan juga gairah dalam menjalani hidup ini, sebab hal-hal seperti ini akan membantu kita menemukan jalan serta berbagai pengalaman baru yang sangat berharga.

Ini sangat penting, bahkan meski kita telah berhasil dalam sebuah bidang, maka berpaculah untuk keberhasilan yang baru di bidang lainnya. Hugo Barra menjadi salah satu orang yang berani mengambil resiko yang besar dengan meninggalkan zona nyaman, demi untuk menemukan berbagai pengalaman yang baru di dalam hidupnya.

Tentu tidak semua orang memiliki keberanian seperti ini, di mana ia meninggalkan “rumah” dan juga kenyamananya yang telah bisa menjamin masa depan dan juga kehidupannya di masa yang akan datang.

Pria yang bergabung dengan Google untuk pertama kalinya di tahun 2008 ini, bukan hanya sebagai seorang penggembira saja di sana.

Barra menjadi seseorang yang penting di Google, ia bahkan menduduki posisi yang cukup penting di perusahaan besar tersebut, khususnya di divisi Android. Kecerdasannya membuat karir Barra begitu cepat melejit, namanya begitu populer di kalangan petinggi Google.

Selang beberapa waktu kemudian, Barra mencapai puncak karirnya di Google dengan menjabat sebagai vice president dan spokesperson divisi Android di Google.

Ini tentu sebuah pencapaian yang sangat besar, mengingat perusahaan ini juga dihuni oleh orang-orang cerdas yang jumlahnya tidak sedikit.

Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama, sebab pria kelahiran Brazil ini memutuskan untuk hengkang dan menyeberang ke Asia, bergabung dengan sebuah perusahaan baru di sana. Lalu, apakah ini bukan sebuah pertaruhan yang besar bagi karir pria yang tinggal dan menetap di Amerika tersebut?

Gairah kerja yang baru, bagitu kira-kira yang dicari oleh pria kelahiran 28 Oktober 1976 ini. Sejumlah pihak pada awalnya cukup menyayangkan keputusannya untuk hengkang dari Google ke negeri tirai bambu dan bergabung dengan perusahan Xiaomi di sana.

Tentu pandangan orang-orang sangat wajar, mengingat kepindahannya ke Xiaomi yang baru dirintis 3 tahun sebelumnya adalah sebuah keputusan yang sangat mengejutkan. Namun Barra begitu yakin dengan keputusannya dan juga kesuksesan yang akan diraihnya bersama perusahaan baru tersebut.

Resmi bergabung di tahun 2013, Barra memiliki mimpi untuk bisa membawa Xiaomi menjadi salah satu perusahaan terbesar di bisnis smartphone dunia.

Artikel lainnya : Banyak Kesuksesan Berawal Dari Mimpi, Tapi Seberapa Berani Kamu Untuk Bermimpi?
Di perusahaan ini Hugo Barra menjabat sebagai wakil presiden, mendampingi Bin Lin yang menjabat sebagai Co-founder dan sekaligus Presiden Xiaomi. Dalam kiprahnya, Barra membawa Xiaomi ke kancah internasional yang lebih luas lagi, dengan harapan untuk bisa mendapat pasar yang lebih terbuka lebar.

Pria ini mulai memperlebar sayap Xiaomi di Singapura pada awal 2014, disusul dengan beberapa negara lainnya, sepert: India, Filipina, Indonesia, Malaysia, dan beberapa negara lainnya. Sebagaimana harapannya di awal, parusahaan ini juga sempat menduduki peringkat teratas untuk penjualan di pasar asia. Ini tentu sebuah pencapaian yang besar untuk sebuah perusahaan baru, mengingat Xiaomi juga memiliki sejumlah saingan yang cukup berat di bidang tersebut.

Kedatangan Barra ke Xiaomi adalah sebuah langkah yang tepat, sebab ia bisa membawa perusahaan tersebut menduduki pasar yang lebih luas dari sebelumnya. Hal ini bahkan ditandai dengan lahirnya sejumlah seri produk baru dari perusahaan tersebut.

Namun, keberhasilan ini tak lantas menjadi sebuah jalan bagi Barra untuk bisa menetap dan berkarir di sana. Kali ini, apa alasan Barra untuk keluar dari perusahaan yang telah dibesarkannya ini?

Kembali secara mengejutkan di 23 Januari 2017 lalu, Barra mengabarkan keinginannya untuk segera mundur dan mengakhiri karirnya di Xiaomi. Bukan godaan dari perusahaan lainnya, namun kepentingan pribadi menjadi alasan pengunduran dirinya kali ini.

Beberapa orang menilai kesuksesan adalah memiliki jabatan tinggi disebuah perusahaan besar dan mendapatkan gaji yang besar. Tapi bagi sebagian orang, kesuksesan bukan sekedar mendapatkan sebuah jabatan dan gaji yang besar. Tapi kesuksesan adalah kepuasan diri ketika berhasil melakukan apa yang ingin mereka lakukan.