Sejarah Dunia Mengenai Biografi Kong Hu Cu
Inspirasi Dunia

Sejarah Dunia Mengenai Biografi Kong Hu Cu

Sejarah Dunia Mengenai Biografi Kong Hu Cu

Kong Hu Cu merupakan seorang Filosof Besar Cina dan dia merupakan orang pertama yang mengembangkan sistem memadukan alam pikiran dan kepercayaan orang cina yang paling mendasar.

Nama : Kong Hu cu (Konfusius)
Lahir : Qufu, China, 28 September 551 SM
Wafat :  Qufu, China, ‎479 SM‎
Orang Tua : Kong He (ayah), Yan Zhengzai (ibu)
Saudara : Meng Pi
Istri : Qiguan
Anak : Kong Li, Kong Rao
Biografi Kong Hu Cu

Filosofinya menyangkut moralitas orang perorang dan konsepsi suatu pemerintahan tentang cara-cara melayani rakyat dan memerintahnya liwat tingkah laku teladan- telah menyerap jadi darah daging kehidupan dan kebudayaan orang Cina selama lebih dari dua ribu tahun. Lebih dari itu, juga berpengaruh terhadap sebahagian penduduk dunia lain.  Kong Hu Cu Lahir sekitar tahun 551 SM di kota kecil Lu, kini masuk wilayah propinsi Shantung di timur laut daratan Cina.

 

Masa Muda

Kong Hu Cu ditinggal ayahnya dalam usia muda, ayah nya meningga; dan membuat hidup sengsara di samping ibunya. Waktu beranjak dewasa beliau menjadi pegawai negeri namun selang beberapa tahun ia memutuskan untuk keluar atau copot diri.

Enam belas tahun lamanya Kong Hu Cu menjadi guru, sedikit demi sedikit mencari pengaruh dan panutan dalam filosofinya. Menginjak umur lima puluh tahun bintangnya mulai bersinar karena dia dapat kedudukan tinggi di pemerintahan kota Lu.

Nasib baik gak selamanya berada di sisinya, karena ada orang-orang dengki dengan filosofinya sehunggu menyeretnya ke pengadilan dan mencopot kursi jabatannya serta membuatnya meninggalkan kota. Dalam kurun waktu tiga belas tahun, Kong Hu Cu berkelana lagi kemanan kaki melangkah tanpa tuujuan, dia berjalan menjadi guru keliling. Kong Hu Cu baru pulang lima tahun sebelum dirinya wafat 479 SM.

Ajaran Kong Hu Cu

Kong Hu Cu kerap dianggap selaku pendiri sebuah agama, anggapan ini tentu saja meleset. Dia jarang sekali mengkaitkan ajarannya dengan keTuhanan, menolak perbincangan alam akhirat, dan mengelak tegas setiap omongan yang berhubungan dengan soal-soal metaflsika.

Dia -tak lebih dan tak kurang- seorang filosof sekuler, cuma berurusan dengan masalah-masalah moral politik dan pribadi serta tingkah laku akhlak.

Ada dua nilai yang teramat penting, kata Kong Hu-Cu, yaitu “Yen” dan “Li:” “Yen” sering diterjemahkan dengan kata “Cinta,” tapi sebetulnya lebih kena diartikan “Keramah-tamahan dalam hubungan dengan seseorang.” “Li” dilukiskan sebagai gabungan antara tingkah laku, ibadah, adat kebiasaan, tatakrama dan sopan santun.

Pemujaan terhadap leluhur, dasar bin dasarnya kepercayaan orang Cina bahkan sebelum lahirnya Kong Hu-Cu, lebih diteguhkan lagi dengan titik berat kesetiaan kepada sanak keluarga dan penghormatan terhadap orang tua.

Ajaran Kong Hu-Cu juga menggaris bawahi arti penting kemestian seorang istri menaruh hormat dan taat kepada suami serta kemestian serupa dari seorang warga kepada pemerintahannya.

Ini agak berbeda dengan cerita-cerita rakyat Cina yang senantiasa menentang tiap bentuk tirani. Kong Hu-Cu yakin, adanya negara itu tak lain untuk melayani kepentingan rakyat, bukan terputar balik.

Tak jemu-jemunya Kong Hu-Cu menekankan bahwa penguasa mesti memerintah pertama-tama berlandaskan beri contoh teladan yang moralis dan bukannya lewat main keras dan kemplang.

Dan salah satu hukum ajarannya sedikit mirip dengan “Golden Rule” nya Nasrani yang berbunyi “Apa yang kamu tidak suka orang lain berbuat terhadap dirimu, jangan lakukan.”

 

Pandangan Ajaran Kong Hu Cu

Pokok pandangan utama Kong Hu-Cu dasarnya teramat konservatif. Menurut hematnya, jaman keemasan sudah lampau, dan dia menghimbau baik penguasa maupun rakyat supaya kembali asal, berpegang pada ukuran moral yang genah, tidak ngelantur.

Kenyataan yang ada bukanlah perkara yang mudah dihadapi. Keinginan Kong Hu-Cu agar cara memerintah bukan main bentak, melainkan lewat tunjukkan suri teladan yang baik tidak begitu lancar pada awal-awal jamannya. Karena itu, Kong Hu-Cu lebih mendekati seorang pembaharu, seorang inovator ketimbang apa yang sesungguhnya jadi idamannya.

 

Perkembangan Ajaran Kong Hu Cu

Kong Hu-Cu hidup di jaman dinasti Chou, masa menyuburnya kehidupan intelektual di Cina, sedangkan penguasa saat itu tidak menggubris sama sekali petuah-petuahnya. Baru sesudah dia wafatlah ajaran-ajarannya menyebar luas ke seluruh pojok Cina.