Profil Toko Nomor Satu : Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo

Profil Toko Nomor Satu : Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo

Jendral Gatot Nurmantyo merupakan tokoh yang sangat fenomenal dan menjadi salah satu tokoh nomor satu disebuah kesatuan TNI serta sangat berpengaruh di TNI.

Jendral Gatot Nurmantyo adalah seorang Panglima TNI yang baru saja menyelesaikan tugasnya menjadi Panglima tinggi pada 2017 kemarin dan masa jabatannya sudah habis yang digantikan oleh Marsekal Hadi Tjahjanto.

Gatot merupakan mantan panglima yang berasal dari angkatan darat sedangkan panglima saat ini yang bertugas berasal dari angkatan udara. Gatot meninggalkan kesan yang tak terlupakan sebagai seorang panglima karena pria yang berusia 58 tahun tersebut adalah pribadi yang baik, selalu siap menghadapi tugas apapun yang sudah diberikan kepadanya.

Kehidupan Pribadi Gatot Nurmantyo

Gatot Nurmantyo merupakan seorang pria kelahiran Jawa Tengah, pada tanggal 13 Maret 1960 nama Gatot Nurmantyo diambil oleh ayahnya karena terinspirasi dari pahlawan kemerdekaan RI Jenderal Gatot Subroto yang namanya saat ini diabadikan sebagai salah satu nama jalan protokol di Ibu kota Jakarta. Keingingan ayahnya tersebut ibarat gayung bersambut. Setelah menyelesaikan sekolah dasar dan menengah, Gatot Nurmantyo meneruskan ke sekolah militer. Pada tahun 1982, Gatot kemudian lulus dari Akademi Militer dan langsung mengabdi untuk bangsa dan negara.

Awal Karier Jendral Gatot Nurmantyo

Jendral Gatot Nurmantyo memulai kariernya dari pendidikan akmil karena kecintaan beliau kepada dunia militer sehingga beliau memutuskan untuk masuk kedalam dunia militer Gatot Nurmantyo memiliki karier yang cemerlang di dunia militer. Sikap disiplin dan kerja kerasnya yang telah ditanamkan sejak memulai pendidikan militer mengantarkannya menjadi orang nomor satu di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI). Yang menjadikan Gatot menjadi Panglima TNI pada usia 55 tahun.

Pada awalnya Gatot masuk di infantri baret hijau Kostrad dan mulai bersinar saat ia ditarik dari Papua ke Jakarta. Ia menjadi Kasdivif 2/Kostrad, lalu kemudian Dirlat Kodiklat. Luas wawasannya akan pendidikan dan pelatihan, ia kemudian ditempatkan sebagai orang nomor satu di sebuah Akademi Militer yang menjabat sebagai Gubernur Akmil pada tahun 2010.

Setahun menjabat sebagai gubernur Akmil, dia kemudian di angkat menjadi Pangdam Brawijaya. Gatot menggantikan Mayor Jenderal TNI Suwarno. Tak sampai setahun dari jabatannya tersebut, dia kembali ditugaskan sebagai Dankodiklat TNI AD.  Kariernya terus naik, hingga beliau diangkat menjadi Pangkostrad pada tahun 2013. Yang menggantikan  Letnan Jenderal TNI Muhammad Munir.

Lagi-lagi, Gatot Nurmantyo naik jabatan kembali. Gatot diangkat dan menjabat sebagai KSAD pada tahun 2014. Pada masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, pada saat itu Gatot menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-30. Di tengah masa tugasnya, presiden terpilih Joko Widodo yang sedang mengubah kabinetnya mencalonkan dirinya untuk menjabat sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-16 menggantikan Jenderal TNI Moeldoko yang akan pensiun dari dinas ketentaraannya pada masa tersebut.

Pada tanggal 8 Juli 2015, Gatot Nurmantyo kemudian dilantik oleh Presiden Jokowi  menjadi Panglima TNI. Pencapaian Jabatan tertinggi prajurit ini sebagai prestasi terbaik dan tertinggi yang pernah dicapai oleh Gatot. “Saya  akan senantiasa menjunjung tinggi sumpah prajurit,” kata Gatot Nurmantyo dalam sumpah jabatannya saat pelantikan di Istana Negara.