Prestasi 5 Orang Indonesia Yang Masuk Dalam Daftar Orang Asia Paling Berpengaruh di Singapura
Inspirasi Dunia

Prestasi 5 Orang Indonesia Yang Masuk Dalam Daftar Orang Asia Paling Berpengaruh di Singapura

Prestasi 5 Orang Indonesia Yang Masuk Dalam Daftar Orang Asia Paling Berpengaruh di Singapura

Jika kalian berasumsi bahwa Indonesia hanya negara yang bisa menirukan segala sesuatu, itu salah. Karena banyak yang berprestasi dan dapat di akui oleh negara lain. Koran asal Singapura, The Straits Times, memasukkan beberapa nama orang Indonesia ke dalam daftar ’50 Asians to Watch’.

  1. Joey Alexander

Joey merupakan musisi jazz termuda yang pernah masuk nominasi Grammy Awards saat albumnya pada tahun 2015 “My Favorite Things”, masuk dalam dua nominasi, “Best Jazz Instrumental Album dan “Best Improvised Solo” untuk penampilannya membawakan Giant Steps oleh pelopor jazz legendaris John Coltraine. Pria berusia14 tahun ini juga masuk pada nominasi Grammy tahun lalu, dan juga musisi Indonesia pertama yang masuk dalam Billboard, peringkat mingguan 200 album dengan penjualan teratas di Amerika Serikat.

  1. Rich Brian

Brian Immanuel atau yang lebih dikenal dengan Rich Brian, telah transformasi dari artis YouTube menjadi penyanyi-penulis lagu dan produser rekaman di kalangan musik Amerika. Remaja yang belajar Bahasa Inggris dari melihat video YouTube, memulai karirnya dengan membuat komedi di Twitter. Pada 2012, salah seorang temannya mengenalkannya pada hip-hop dan sejak saat itu ia jatuh cinta pada hip-hop. Single debut nya pada 2016 lalu, “Dat $tick” membawanya pada panggung dunia dengan video musik yang ditonton lebih dari 90 juta kali di YouTube.

  1. Faye Simanjuntak

Setelah mengetahui nasib nggak menguntungkan korban perdagangan anak dan eksploitasi seksual, Faye yang pada saat itu berumur 11 tahun, memulai sebuah organisasi non-profit Rumah Faye dengan bantuan dari orang tuanya untuk mencegah, menyelamatkan, serta merehabilitasi korban penculikan. Tiga tahun kemudian di tahun 2016, Rumah Faye membuka rumah penampungan pertama yang mampu mengakomodasi hingga 20 anak perempuan berumur 12-18 tahun, serta menawarkan program rehabilitasi fisik, psikologis, dan spiritual serta pendidikan dan pelatihan vokasi. November lalu, Hadiah Nobel Perdamaian Laureate Desmond Tutu menganugerahi Faye sebagai satu dari top 3 finalis dari Hadiah Perdamaian Anak Internasional berkat usahanya melalui Rumah Faye.

  1. William Tanuwijaya

William pindah ke Jakarta pada tahun 1999 setelah lulus dari SMA di Sumatra Utara. Kemudia ia menlanjutkan pendidikannya dengan mempelajari Teknologi Informasi. Ia bekerja paruh waktu dengan bekerja sebagai penjaga warnet untuk memenuhi kebutuhannya.

Kemudian ia bekerja sebagai pengembang game dan perangkat lunak sebelum memulai Tokopedia dengan seorang temannya di 2009. Pada tahun 2014, William menjadi pembicaraan saat Tokopedia menerima pendanaan sebesar USD 100 juta dari Softbank dan Sequoia Capital.

  1. Nadiem Makarim

Nadiem mempunyai pengalaman bekerja di beberapa firma berbasis tech termasuk retailer online Zalora Indonesia, Makarim melihat peluang untuk mengembangkan sebuah aplikasi untuk pengguna dapat memesan ojek. Aplikasi tersebut juga berkembang menyediakan jasa pesan antar makanan, dan menyediakan jasa bersih-bersih rumah serta jasa pijat. Pendanaan datang dengan cepat, mulai dari USD 550 juta pada tahun 2016; USD 1.2 miliar dari Tencent Holding tahun 2017; USD 1.2 miliar dari Google, Temasek Holdings, dan perusahaan Tiongkok, Meituan-Dianping tahun 2018 ini.