Kisah Wortel, Telur dan Biji Kopi
Cerita Fiksi Motivasi Hidup Sukses

Kisah Wortel, Telur dan Biji Kopi

Kisah Wortel, Telur dan Biji Kopi – Suatu hari, seorang anak dengan wajahnya yang tampak sedih dan lesuh menjumpai ayahnya dan ia pun memberitahukan keluhan yang di alami olehnya. “Ayah, aku tidak tahu harus berbuat apa lagi..aku sudah belajar hingga larut malam, juga sudah belajar bersama teman-teman. Tapi Bu Guru selalu memberikan soal ulangan yang sulit dan tidak dapat kami kerjakan. Apa yang harus aku lakukan, ayah?. Tanyak sang kepada anak kepada ayahnya.

Baca juga: Kisah Inspiratif, Penjual Kue Dan Pemilik Toko

Mendengar keluhan dari anaknya itu, ayahnya pun tersenyum dan membawa anaknya ke dapur. Ia lalu mengambil tiga buah panci, mengisinya masing-masing dengan air dan meletakkannya pada kompor yang menyala.

Beberapa saat kemudian air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama, ia memasukkan wortel. Lalu, pada panci kedua ia memasukkan telur. Dan, pada panci ketiga ia memasukkan beberapa biji kopi tumbuk. Berikutnya mereka duduk diam mengamati api tungku yang mulai memanaskan panci-panci itu.

Sudah setengah jam berlalu, si anak mulai tidak sabar, apa selanjutnya yang hendak dilakukan ayahnya, lalu ayah mematikan semua kompor, menaruh wortel, telur dan biji-biji kopi di mangkok berbeda yang telah disiapkan sebelumnya. Lalu bertanyalah ia kepada anaknya itu, “Nak, apa yang kamu lihat?”. “Wortel, telur serta kopi!” jawab si anak.

Ia membimbing anaknya mendekat dan memintanya untuk memegang wortel. Anak itu melakukan apa yang diminta dan mengatakan bahwa wortel itu terasa lunak. Kemudian sang ayah meminta anaknya memecah telur. Setelah telur itu dipecah dan dikupas, sang anak mengatakan bahwa telur rebus itu kini terasa keras. Kemudian sang ayah meminta anak itu mencicipi air rebusan kopi.

Setelah melakukan apa yang dikatakan oleh ayahnya tersebut, bertanyalah anaknya itu kepada si ayah, “Apa arti semuanya ini, ayah?”

Sang ayah menjelaskan perbedaan ketiga benda tersebut dalam bereaksi terhadap situasi yang sama. Baik wortel, telur maupun biji kopi ditempatkan dalam kesulitan yang sama, yakni api yang sangat panas dan bahkan mendidih.

Namun reaksi ketiganya berbeda satu sama lain. Wortel masuk ke air dengan kondisi keras, namun setelah dipanaskan ia menjadi lembek dan lembut. Sebaliknya telur yang dimasukkan air dalam kondisi mudah pecah, setelah dipanaskan berubah menjadi begitu keras. Lain lagi ceritanya dengan biji kopi. Kondisinya tidak berubah namun hebatnya ia membuat air yang menyelimutinya menjadi hitam dan beraroma kopi.

“Seperti yang manakah dirimu saat menghadapi kesulitan hidup? Wortel, telur ataukah kopi?” tanya ayahnya sekali lagi dengan wajah tersenyum. Wortel diibaratkan seperti orang yang hatinya keras dan yakin, namun setelah mengalami berbagai kesulitan dan hambatan ia menjadi lembek dan mudah patah.

Ia berubah jadi khawatir, takut dan frustasi. Semua itu membuatnya menyerah kepada keadaan. Telur adalah orang yang mulanya kurang berani, khawatir, kurang yakin bahkan merasa tidak mampu. Namun kesulitan-kesulitan akhirnya mendidiknya menjadi semakin tegar dan kuat. Ia berubah menjadi percaya diri, lebih optimis dan berani.

Sementara itu biji kopi adalah lambang orang yang memiliki kemantapan diri. Dalam situasi sulit dan tertekan ia justru semakin menunjukkan kualitas dirinya. Ia bahkan memberi pengaruh yang besar dan bahkan menentukan kondisi di sekelilingnya. “Sekarang aku sudah mengerti Ayah, terima kasih..aku sayang Ayah” seru si anak ceria sambil memeluk ayahnya.

Nilai yang bisa di ambil dari cerita di atas.

Bagaimanan pun masalah terberat yang kita hadapai, pastinya hal tersebut harus kita lewati dengan rasa percaya diri dan berjuang semaksimal mungkin. Pastinya dengan begitu, segala masalah yang sedang kita hadapi bisa teratasi dengan baik.