Kisah Dr. Seuss Penulis Best Seller Spesialis Buku Dengan Karakter Aneh
Inspirasi Dunia

Kisah Dr. Seuss Penulis Best Seller Spesialis Buku Dengan Karakter Aneh

Kisah Dr. Seuss Penulis Best Seller Spesialis Buku Dengan Karakter Aneh

Theodor Geisel, lahir tepat pada 2 Maret 1904 di Springfield. Massachusetts adalah Pengarang terkenal melalui buku yang berjudul ‘Kucing dalam Topi’ (The Cat in the Hat) atau  ‘Telur Hijau dan Daging’ (Green Eggs and Ham).

Anak-anak di Amerika Serikat (AS) pasti familiar dengan buku yang berjudul tersebut. Geisel lebih dikenal dengan nama pena Dr. Seuss yang diambil dari nama tengahnya, Seuss. Sepanjang kariernya, ia menulis 48 buah buku, termasuk buku anak-anak dan dewasa, yang masuk dalam kategori penjualan terbaik (best-seller).

Buku-buku karangan Dr. Seuss terjual lebih dari 200 juta kopi di seluruh dunia dan diterjemahkan ke dalam sejumlah bahasa. Ciri khas buku karangannya adalah memiliki rima yang ganjil dan karakter tokoh utama yang juga aneh tetapi cepat diterima oleh publik.

Buku-buku karangan Dr. Seuss terjual lebih dari 200 juta kopi di seluruh dunia dan diterjemahkan ke dalam sejumlah bahasa. Ciri khas buku karangannya adalah memiliki rima yang ganjil dan karakter tokoh utama yang juga aneh tetapi cepat diterima oleh publik.

Melansir dari History, Jumat (2/3/2018), Theodor Seuss Geisel lulus dari Dartmouth College dan melanjutkan kuliah ke Oxford University, Inggris. Selama di Dartmouth, ia menjadi editor bagi majalah sekolah. Di Oxford University, Theodor bertemu Helen Palmer yang kelak menjadi istrinya.

Helen Palmer adalah orang yang berjasa mendorong Theodor Seuss Geisel untuk menjadi seorang ilustrator profesional. Sekembalinya ke Negeri Paman Sam, Geisel akhirnya bekerja sebagai kartuns untuk sejumlah majalah serta agen periklanan.

Buku anak-anak pertama yang dikarang serta digambar oleh Theodor Geisel, ‘And to Think That I Saw It On Mulberry Street’, sempat ditolak lebih dari 20 penerbit. Namun, buku itu akhirnya berhasil diterbitkan pada 1937. Buku pertamanya yang menjadi best seller, ‘The Cat in the Hat’, diterbitkan 20 tahun kemudian atau pada 1957.

Tokoh seekor kucing yang nakal itu berhasil diciptakan Dr. Seuss setelah penerbit memintanya menghasilkan sebuah buku dengan menggunakan 220 kosakata dari para pembaca. Usulan tersebut dianggap dapat menjadi alternatif hiburan bagi buku-buku bacaan di sekolah bagi anak-anak yang saat itu hampir sebagian besarnya membosankan.

Karya-karyanya yang lain di antaranya adalah Yertle the Turtle; If I Ran the Circus; Fox in Socks; dan One Fish, Two Fish, Red Fish, Blue Fish. Meski terkenal menulis buku anak-anak, Dr. Seuss juga mengarang buku-buku bertema serius seperti ‘The Butter Battle Book’.

Buku yang terbit pada 1984 itu mengambil tema perang persenjataan serta ancaman nuklir yang terjadi di era Presiden Ronald Reagan. Buku lainnya yang berjudul ‘Lorax’, terbit pada 1971, mengambil tema lingkungan hidup di tengah ancaman pemanasan global.

Sejumlah buku karya Dr. Seuss juga diangkat dan diadaptasi ke layar kaca serta layar perak. Beberapa yang terkenal adalah ‘How the Grinch Stole Christmas!’ serta ‘Horton Hears a Who!’. Pada 1990, Geisel menerbitkan buku untuk orang dewasa berjudul ‘Oh, the Places You’ll Go’. Buku tersebut terkenal di kalangan remaja dan lazim menjadi hadiah kelulusan bagi para siswa.

Theodor Seuss Geisel menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan menetap dan bekerja di sebuah observatorium tua di La Jolla, California, yang dikenal dengan nama The Tower. Ia meninggal dunia pada 24 September 1991 di usia 87 tahun.