Bocah Berusia 7 Tahun Berhasil Menjuari Medali Emas di Ajang World Mathematics Invitational (WMI)

Bocah Berusia 7 Tahun Berhasil Menjuari Medali Emas di Ajang World Mathematics Invitational (WMI)

Indonesia Bangga, seorang bocah yang masih bersekolah di Sekolah Dasar Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang baru saja naik kelas 2 bernama Cleona Einar Maulidiva yang menjadi sorotan publik dengan meraih Medali Emas saat mengikuti kejuaraan Metematika di Korea.

Nama Cleona Einar Maulidiva sangat dibanggakan, bocah asal Nu Pucang Sidoarjo ini baru saja selesai mengikuti Kompetisi Matematika tingkat dunia. Kompetisi itu di adakan dari Songdo Campus Universitas Yonsei Seoul Korea Selatan.

Lomba Dunia itu dimulai dari 14 – 17 Juli 2018 dan Lomba tersebut di ikuti oleh 21 Negara dengan menyelesaikan soal matematika dalam bahasa inggris.

Saat Cleo dipanggil dalam penganugrahan medali tanda menjuarai kompetisi adu matematika tingkat dunia ini, bocah berjilbab ini terus menyedot perhatian 3.000 lebih pelajar dari seluruh dunia itu.

Yang membanggakan Cleona Einar Maulidiva membawa Medali Perak dalam adu Matematikan tingkat dunia di Ajang World Mathematics Invitational (WMI). Lomba tersebut yaitu mengerjakan soal dengan tingkat kerumitan tinggi, dan alhasil Cleona juga berhail menyelesaikan soal itu dengan baik.

World Mathematics Invitational (WMI)

Cleona Einar Maulidiva masuk dalam kategori atau Grade 1. Tingkatan ini adalah khusus bagi peserta usia kelas 1 SD. Untuk kompetisi yang diadakan ini juga digelar dari berbagai tingkatan hingga dengan Grade SMA.

Setiap peserta masing masing akan melawan peserta lain sesuai grade. Cleona yang ada di Grade 1 bersaing dengan peserta lain dari 21 negara. Di antaranya wakil dari Amerika, Inggris, Nigeria, Taiwan, Bulagaria, India, dan lain sebagainya.

Setiap peserta wajib mengikuti dua sesi lomba. Yakni pertama adalah mengerjaam soal Logical Thinking berupa pilihan ganda. “Waktunya 40 menit. Agak mudah kalau ini,” kenang Cleona.

Pada sesi berikutnya atau disesi kedua, yaitu mengerjakan soal Aplikasi berupa  isian singkat. Ada 10 soal dengan durasi mengerjakan 40 menit. Cleona yang kerap ikut Olimpiade matematika ini pun menjalankan tugasnya dengan baik.

Dan hasilnya Cleona mendapatkan Medali Perak. “Saya bangga saat melihat Cleona berjalan ke panggung menerima medali. Nama Indonesia disebut. Anak saya paling imut sendiri,” ucap Shinta, Ibunda Cleona.

Final World Mathematics Invitational (WMI)

Pengumuman hasil WMI digelar di Grand Peace Hall Of Kyung Hee University, Seoul. Dan Celo berhasil berangkat mewakili Indonesia untuk mengikuti Ajang Dunia tersebut. Setelah sebelumnya berhasil mendapatkan Medali Emas pertama.

Berkat First Gold medals WMI di Indonesia, Cleo berhak mendapatkan tiket ke final WMI di Korsel. Peraih medali pada Agustus besok  berhak mengikuti kompetisi lagi final HKIMO (Hongkong International Mathematical Olympiad). Olimpiade ini akan digelar pada 30 Agustus sampai 3 September.

Cleona memang sejak awal luar biasa dalam hal matematika dan bahasa Inggris. Cleona Einar Juga banyak menenangi Olimpiade matematika tingkat dunia. Namun meski tanpa pernah diikutkan Les atau bimbingan belajar. Cleoa hanya diajari ibundanya.

Pada Final ajang WMI (World Mathematic Invitational Final di Korea) itu didanai sekolah. “Terima kasih  atas dukungan luar biasa dari sekolah,” ucap Shinta.

Keluarga mengaku bangga dengan putrinya itu. Membawa harum bangsa. Ada peserta yang mendapat medali emas yakni pelajar dari Semarang.

Shinta mengaku senang dengan dukungan semua pihak. Dia menuturkan kebanggan berlipat karena pernah juga Cleona memenangi TIMO (Thailand International Mathematic Olympiad 2018) yang dikenal paling sulit.

Kesempatan itu diraih Cleo pada 22 Februari 2018. Selain itu masih banyak lagi Olimpiade matematika internaiaonal dan lokal yang Cleona juarai.

Cleona dikenal pintar dan aktif. Selain matematika dia juga jago bahasa Inggris dan main piano. “Matematika itu mudah sekali. Saya biasa diajak Bunda mengerjakan soal bahasa Inggris,” ucap Cleona yang kidal.

Diakui selama ini, Bocah itu tidak pernah mengikuti les atau privat. Hanya sang dokter gigi yang selama ini mengajari putrinya. Anak pertama Mayor Laut Indra Agustian ini menggilai matematika sejak usia 3 tahun.  Shinta yang tahu bakat anaknya memberi dukungan dan mengikutkan anaknya Olimpiade matematika. Karena kerap juara tingkat Surabaya, tingkat Sidoarjo, dan Jatim hingga nasional.

Kini bocah berkaca mata itu kerap medali emas di ajang Olimpiade Matematika internasional. “Saya yang ajari soal. Lewat WA kami diberi modul para pembina Olimpiade,” kata Shinta.

Shinta juga heran, Cleona begitu keranjingan mengerjakan soal Matematika. Sampai pukul 11 malam betah. Sampai Shinta yang ketiduran.

“Saya habis Magrib mengaji minum susu terus belajar. Saya tak pernah lihat TV. Saya tidak suka HP,” kata Cleona yang kini diperebutkan banyak pembina Olimpiade untuk diaku muridnya.